Kerupuk Boraks Beredar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kerupuk Boraks Beredar

Kerupuk Boraks Beredar
Foto Kerupuk Boraks Beredar

* Warga Takengon Diminta Berhati-hati

TAKENGON – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh telah menemukan kerupuk mengandung bahan berbahaya boraks di Kota Takengon, Aceh Tengah. warga diminta berhati-hati atas makanan ringan itu, karena dapat membahayakan kesehatan, terutama anak-anak.

Temuan itu seusai uji sampel terhadap 36 jenis makanan yang diambil dari sejumlah pasar seputaran Takengon beberapa waktu lalu dan hasilnya dilaporkan oleh BBPOM Aceh ke Pemkab Aceh Tengah pada Rabu (20/9).

Petugas BBPOM Aceh melakukan razia di sejumlah pasar tradisional bersama instansi terkait. Sasaran yaitu Pasar Bawah, Pasar Inpres serta Pasar Pagi Paya Ilang, Takengon. Berdasarkan hasil uji laboratorium BBPOM Aceh, ternyata kerupuk tempe dan kerupuk berwarna kuning yang biasa dijual pedagang sate mengandung bahan boraks.

Sampel makanan yang diambil oleh petugas, termasuk kebutuhan pokok seperti ikan, daging penggilingan bakso, gula aren, dan mie. “Dari 36 sampel yang diuji, hanya kerupuk tempe dan kerupuk kuning yang digunakan pedagang sate terbukti mengandung boraks,” kata Kepala BBPOM Aceh, Zulkifli, seperti dirilis ke Serambi, Kamis (21/9).

Dia menambahkan untuk hasil uji laboratorium Asam Deoksiribonukleat (DNA) daging yang digunakan sebagai bahan baku bakso, harus dilakukan di lab BBPOM Aceh di Banda Aceh. “DNA yang terkandung dalam daging bakso baru selesai diuji dua pekan mendatang,” sebut Zulkifli.

Temuan itu kata Zulkifli, akan ditindak lanjut oleh Satuan Tugas (Satgas) pangan yang telah terbentuk di Aceh Tengah. “Petugas Satgas Pangan Aceh Tengah akan menelusuri asal-muasal kerupuk tempe yang terkandung boraks itu, meskipun kemungkinan besar dipasok dari luar Aceh Tengah,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Nasarudin menjelaskan, hasil temuan itu akan ditindaklanjut untuk segera ditertibkan, dimana petugas juga akan memeriksa sejumlah dokumen pedagang yang menjual dan menyediakan kerupuk tempe. “Temuan ini wajib kita tindak lanjuti,” ujar Nasaruddin.

Sedangkan dari hasil uji laboratorium yang dilakukan pada sample lain seperti ikan, mie dan gula aren tidak ditemukan zat makanan berbahaya. Pengawasan makanan yang dilakukan itu merupakan tindak lanjut kerjasama Pemkab Aceh Tengah dengan BBPOM Aceh yang sebelumnya sempat dibicarakan Bupati Nasaruddin dengan pihak BBPOM Aceh di Banda Aceh.(my) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id