BBPOM Aceh Sidak Pasar Tradisional di Takengon, Cek Daging Bakso, Mi, dan Kerupuk, Ini Temuannya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

BBPOM Aceh Sidak Pasar Tradisional di Takengon, Cek Daging Bakso, Mi, dan Kerupuk, Ini Temuannya

BBPOM Aceh Sidak Pasar Tradisional di Takengon, Cek Daging Bakso, Mi, dan Kerupuk, Ini Temuannya
Foto BBPOM Aceh Sidak Pasar Tradisional di Takengon, Cek Daging Bakso, Mi, dan Kerupuk, Ini Temuannya

SERAMBIENWS.COM, TAKENGON – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh dan SKPK terkait jajaran Pemkab Aceh Tengah, melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional (Pasar Bawah, Pasar Inpres, dan Pasar Paya Ilang) di Takengon, Rabu (20/7/2017).

Dalam sidak itu, petugas mengambil sampel sejumlah makanan dan kebutuhan pokok seperti ikan, daging penggilingan bakso, gula aren dan mi.

Selain itu petugas juga melakukan uji sampel pada beberapa jenis kerupuk.

“Dari 36 sampel yang kita uji, hanya pada kerupuk tempe dan kerupuk yang biasa digunakan pedagang sate yang terbukti mengandung borak,” kata Ketua BBPOM Aceh Zulkifli usai sidak, Rabu (20/9/2017).

Sementara uji laboratorium Asam Deoksiribonukleat (DNA) terhadap daging bahan baku bakso, harus dilakukan dilabotarorium BBPOM Aceh di Banda Aceh.

(Baca: Wow! Ini FOTO-FOTO Obat Kuat Pria yang Disita BBPOM Aceh)

“DNA yang terkandung dalam daging bakso baru selesai diuji dua pekan ke depan,” katanya.

Temuan itu kata Zulkifli, akan ditindak lanjut oleh Satuan Tugas (Satgas) pangan yang telah terbentuk di Aceh Tengah.

“Petugas Satgas Pangan Aceh Tengah akan menelusuri asal-muasal kerupuk tempe yang terkandung borak itu, meskipun besar kemungkinan kerupuk tempe itu dipasok dari luar Aceh Tengah,” jelasnya.

(Baca: BBPOM Sita Obat Kuat dan Pemutih)

Menurutnya, langkah awal yang diambil atas temuan itu, satgas akan mengingatkan semua pedagang bahwa kerupuk tempe itu mengandung bahan yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Sementara Bupati Aceh Tengah, Nasarudin mengatakan, Pemkab Aceh Tengah akan menertibkan pedagang-pedagang yang menjual barang-barang mengangdung boraks dan bahan berbahaya lainnya.

Petugas katanya, juga akan mengecek sejumlah dokumen pedagang yang menyediakan kerupuk tempe.

“Temuan ini wajib kita tindak lanjut,” ujar Nasaruddin.

Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan pada sample lain seperti ikan, mi dan gula aren tidak ditemukan zat makanan berbahaya.

Pengawasan makanan yang dilakukan itu merupakan tindak lanjut kerjasama Pemkab setempat dengan BBPOM Aceh yang sebelumnya sempat dibicarakan Bupati Nasaruddin dengan pihak BBPOM Aceh di Banda Aceh belum lama ini. (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id