Sebut Abdya Kabupaten Penyamun, Akun Facebook Masrian Dipolisikan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sebut Abdya Kabupaten Penyamun, Akun Facebook Masrian Dipolisikan

Sebut Abdya Kabupaten Penyamun, Akun Facebook Masrian Dipolisikan
Foto Sebut Abdya Kabupaten Penyamun, Akun Facebook Masrian Dipolisikan

URI.co.id, BLANGPIDIE – Belasan pemuda Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melaporkan akun facebook Immawan Masrian Putra Pasie Raja ke Polres setempat, Rabu (20/9/2017).

Laporan belasan pemuda yang diwakili oleh Fauzi bersama Subky itu diterima oleh Kanit C SPKT Polres Abdya, Bripka Amir Ronal dengan nomor LP-B/27/IX/2017/SPKT terkait hujaran kebencian yang mengandung SARA.

Baca: Waduh! Suami Bakar Istri Gara-Gara Selfie Di Facebook

Fauzi menyebutkan laporan itu dilakukan mengingat postingan Masrian diakun Facebooknya dengan mengumpamakan Kabupaten Abdya sebagai Kabupaten penyamun (perampok atau perampas) sangat menyinggung perasaan masyarakat Abdya.

“Kita hargai beliau mengkritik wakil bupati, yang menurutnya wabup melakukan pencitraan terkait persoalan keinginan wabup, agar SMA/SMK dikelola kembali kabupaten, dan menolak uang sewa rumah Rp 50 juta,” kata Fauzi selaku pelapor yang didampingi Kuasa Hukumnya, Miswar SH dan belasan pemuda kepada wartawan.

Baca: Akun Fb Dicatut, Bupati Jufri Lapor Polisi

Namun, kata Fauzi, yang disesalkan dalam postingan itu, Masrian menyebutkan kabupaten Abdya sebagai kabupaten penyamun.

“Dalam akun Facebooknya itu, berulang kali dia mengumpamakan Abdya sebagai kabupaten penyamun, sehingga ada ratusan netizen mengecam dan tersinggung atas tulisannya itu,” terang pemuda asal Tangan-Tangan ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pemuda asal Blangpidie, Sukby.

Ia menilai sikap mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi swasta Abdya itu, telah melukai perasaan masyarakat Abdya.

“Terlepas dia menjabat Ketua IMM Abdya, laporan ini murni atas sikap dan statmen pribadinya, tidak ada kaitannya dengan organisasi yang dipimpin. Karena, kalau berbicara IMM, saya juga kader IMM, dan kami tidak pernah diajarkan seperti itu,” kata Subky.

Baca: Status Facebook Bupati Abdya Terpilih Bikin Netizen Terharu

Menurut Subky, yang dilakukan Masrian itu, melanggar Pasal 310 KUHP, 207 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pantau URI.co.id, setelah membuat laporan di SPKT, selanjutnya belasan pemuda itu menyerahkan bukti lapor itu pada Kanit Pidum Polres Abdya, Bripka Mirza Alfairuz.

Seusai menerima laporan, Kasat Reskrim, melalui Kanit Pidum Polres Abdya berjanji akan menindaklajuti laporan itu, dan memanggil saksi-saksi.

“Insya Allah akan kita proses,” kata Kanit Pidum Polres Abdya, Bripka Mirza Alfairuz. (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id