Ini Alasan Irwandi Usul Beli Enam Pesawat untuk Patroli Laut Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ini Alasan Irwandi Usul Beli Enam Pesawat untuk Patroli Laut Aceh

Ini Alasan Irwandi Usul Beli Enam Pesawat untuk Patroli Laut Aceh
Foto Ini Alasan Irwandi Usul Beli Enam Pesawat untuk Patroli Laut Aceh

URI.co.id, BANDA ACEH – Usulan eksekutif untuk membeli pesawat patroli udara laut Aceh menuai kritikan dari Badan Anggaran (Banggar) DPRA.

Usulan dalam KUA-PPAS APBA Perubahan 2017 tersebut dinilai tak bermanfaat dan aneh.

Namun, Gubenur Aceh, Irwandi Yusuf punya penjelasan tersendiri terkait pembelian pesawat tersebut dengan usulan panjar pembeliannya Rp 10 milar.

Menurut Irwandi Aceh memiliki perairan laut yang sangat luas. Tiga sisi Aceh berbatasan dengan laut.

Baca: Banggar DPRA Tuding Pemerintah Aceh Banyak Usul Anggaran untuk Program Aneh-aneh

“Laut Aceh banyak dihuni oleh ikan-ikan yang sangat mahal. Banyak kapal pencuri ikan datang ke perairan Aceh untuk menguras hasil laut Aceh. Ikan di laut Aceh habis bukan karena ditangkap oleh nelayan Aceh, tetapi habis karena dicuri oleh nelayan illegal yang datang dari mancanegara. Kerugian mencapai puluhan triliun setiap tahun,” terang Irwandi melalui akun facebooknya yang dikutip URI.co.id, Rabu (20/09/2017).

Menurutnya, keamanan laut dan Angkatan Laut tidak mampu mengawal laut Aceh yang luas. Karena itu, Aceh memerlukan patroli laut yang masif, cepat, dan murah.

Baca: Irwandi Tepati Janji Kampanye, Anak Yatim Aceh Dapat Tambahan Beasiswa Rp 600.000

“Kita perlu pesawat udara yang dilengkapi dengan alat penjejak kapal penangkap ikan illegal. Harga pesawat itu hanya Rp 2 miliar/unit. Kita perlu 6 unit,” tegasnya.

Irwandi berpendapat membuat pesawat terbang itu tidak selesai dalam satu tahun. Harus dipesan sekarang, dan akhir tahun 2018 baru selesai. Pada saat pemesanan Pemerintah Aceh harus membayar panjar 30%.

“Tidak ada panjar tidak ada pesawat,” katanya.

Baca: Usul Beli Enam Pesawat, Banggar DPRA Bilang Program Pemerintah Aceh tak Bermanfaat

“Jadi kalau kita order tahun ini kita harus bayar panjar sekitar Rp 4, 5 miliar untuk 6 pesawat. Pilot yang kita sekolahkan ada 15 orang. Alat VMS ada pada Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan),” tambahnya.

Menurut Irwandi, jika Pemerintah Aceh berhasil menghalau separuh saja dari kapal pencuri ikan.

Maka triliunan rupiah kekayaan laut Aceh terselamatkan oleh kegiatan patroli 6 unit pesawat terbang Aceh yang total harganya Rp 12 miliar untuk semua pesawat.

Baca: 12 Tahun MoU Helsinki, Pemerintah Aceh Santuni 1.277 Anak Yatim

Enam pesawat ini, menurut Irwandi, juga bisa dipakai untuk melacak perahu penyeludup sabu-sabu di Selat Malaka.

Di samping itu, pengadaan boat-boat patroli cepat bersenjata juga perlu juga dilakukan untuk bertindak langsung di lautan setelah menerima info dari patroli udara.

“Tetapi anggota DPRA mengkritiknya,” ujar Irwandi. (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id