Banggar DPRA Tuding Pemerintah Aceh Banyak Usul Anggaran untuk Program Aneh-aneh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Banggar DPRA Tuding Pemerintah Aceh Banyak Usul Anggaran untuk Program Aneh-aneh

Banggar DPRA Tuding Pemerintah Aceh Banyak Usul Anggaran untuk Program Aneh-aneh
Foto Banggar DPRA Tuding Pemerintah Aceh Banyak Usul Anggaran untuk Program Aneh-aneh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Anggaran (Banggar) DPRA melontarkan kritikan tajam atas berbagai usulan program dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan APBA 2017.

Beberapa usulan tersebut oleh Banggar DPRA justru dinilai banyak yang aneh dan tak bermanfaat.

Anggota Banggar DPRA Nurzahri kepada Serambinews.com, Rabu (20/09/2017) mengatakan hal yang membuat Banggar lebih prihatin adalah terkait dengan usulan gaji guru honorer SMA/SMK.

Besaran honor yang akan diberikan kepada 11.392 orang tenaga kontrak yang terdiri atas guru kontrak, penjaga sekolah, cleaning service dan tenaga kontrak lainnya.

Baca: DPRA Usul Pembentukan BNNK Seluruh Kabupaten

Ternyata, kata Nurzahri, dalam usulannya Pemerintah Aceh hanya menganggarkan honor sebesar Rp 15.000 per jam pelajaran bagi guru kontrak.

Rp 500 ribu per bulan bagi tenaga kontrak lainnya baik penjaga sekolah, cleaning service dan lainnya.

“Banggar DPRA menentang keras besaran honor yang diberikan ini walaupun menurut Pemerintah Aceh besaran tersebut karena tidak tersedianya anggaran,” ujar politikus Partai Aceh itu.

Menurutnya Pemerintah Aceh harus patuh kepada kebijakan terkait upah minimum provinsi (UMP) yang telah ditetapkan sebesar Rp 2,3 juta.

Baca: Irwandi Tepati Janji Kampanye, Anak Yatim Aceh Dapat Tambahan Beasiswa Rp 600.000

Menurutnya seluruh guru kontrak, penjaga sekolah, tenaga kebersihan harus mendapat upah minimal sebesar UMP.

Nurzahri mengatakan merupakan pembohongan publik apabila Pemerintah Aceh mengatakan tidak memiliki anggaran untuk membayar gaji para tenaga kontrak.

Karena di sisi lain ternyata Pemerintah Aceh menyediakan anggaran bagi program-program kurang bermanfaat.

Seperti program Tsunami Cup Rp 11 miliar, Panjar membeli pesawat Rp 10 miliar, Sabang Sail Rp 9,7 miliar, dan pengadaan mobil di Jakarta bagi Wagub Rp 3 miliar.

Baca: Pemerintah Aceh Bantu Korban Longsor di Aceh Tengah, Ini Jenis Bantuannya

“Dan program-program aneh lainnya,” kata Nurzahri.

Padahal, kata dia, permasalahan kesejahteraan para guru kontrak menyangkut rasa kemanusian.

Para guru kontrak ini telah bersusah payah mengajar anak-anak Aceh agar berpendidikan, tetapi kurang dihargai oleh Pemerintah Aceh.

“Rp 15.000 per jam atau Rp 500 ribu per bulan tentunya sangat jauh dari kebutuhan hidup seorang manusia merdeka, wajar kiranya kemiskinan di Aceh tidak pernah teratasi karena ternyata Pemerintah Aceh lah yang memiskinkan para pahlawan tanpa tanda jasa di Aceh,” ujarnya. (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id