Pengejaran Penuh Risiko dari Laut hingga ke Darat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengejaran Penuh Risiko dari Laut hingga ke Darat

Pengejaran Penuh Risiko dari Laut hingga ke Darat
Foto Pengejaran Penuh Risiko dari Laut hingga ke Darat

PENANGKAPAN 133 kg sabu dan 42.500 pil ekstasi dari jaringan pengedar internasional di wilayah Aceh Timur oleh Tim BNN Pusat, BNNK Langsa, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea Cukai Lhokseumawe digambarkan sangat dramatis dan penuh risiko.

Penggambaran itu disampaikan oleh sumber Serambi yang terlibat dalam operasi penuh tantangan tersebut. “Tim BNN sudah melakukan pengintaian di laut sejak sepekan terakhir ini, karena diperoleh informasi akan masuk sabu-sabu dan pil ekstasi dengan jumlah besar ke Aceh melalui laut Aceh Timur,” ungkap sumber itu.

Dikarenakan ini operasi laut sangat rahasia, pihak BNN hanya melibatkan Bea Cukai, tanpa personel Polres manapun.

Pada Senin (18/9) siang sekitar pukul 14.00 WIB, tim BNN melihat pergerakan satu unit boat kayu ukuran kecil bermesin dengan dua orang di dalamnya. Boat mencurigakan itu terlihat di perairan Kuala Gelumpang, sekitar Pelabuhan Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Saat dilakukan pengejaran, kedua orang di dalam boat meloncat ke laut yang telah mencapai bibir pantai sekitar Pelabuhan Kuala Idi. Boat ditinggalkan begitu saja.

Secepatnya petugas menggeledah boat tersebut dan menemukan sabu-sabu dan pil ekstasi dengan jumlah besar yaitu 133 kg sabu dan 42.5000 pil ekstasi.

Kedua tersangka diduga menggunakan boat kecil tersebut menjemput barang terlarang itu di tengah laut yang diantar oleh pelaku lain dari Malaysia.

Setelah melumpuhkan boat kecil bermuatan sabu dan pil ekstasi, tim BNN yang melakukan pengawasan di darat langsung mengikuti pergerakan dua tersangka yang kabur. Ternyata kedua tersangka melanjutkan pelarian dengan angkutan umum L-300 dari Aceh Timur ke arah Lhokseumawe.

Sekitar pukul 18.00 WIB, kedua tersangka (SL dan HS) bertemu BN alias AW yang ditengarai sebagai pengendali di salah satu cafe di kawasan Punteut, Lhokseumawe. Ketiganya diringkus tanpa perlawanan di cafe itu.

Sore itu juga, ketiga tersangka diboyong ke markas BNN Kota Langsa. Barang bukti sabu serta pil ekstasi diamankan ke Markas BNN Kota Langsa. Sedangkan boat pelaku dititipkan di Polair Polres Langsa di Pelabuhan Kuala Langsa.

Informasi lain menyebutkan, tim BNN masih melakukan pengembangan untuk mengejar pelaku lain yang masuk jaringan besar narkoba internasional ini.

Pengakuan sumber Serambi tentang kronologis penangkapan jaringan internasional bersama barang bukti sabu dan pil ekstasi tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan.

Menurut Goenawan, hasil interogasi awal, ketiga tersangka mengakui perbuatan mereka. Dalam upaya penyelundupan itu, mereka mengaku berangkat dengan kapal dari Krueng Geukeuh, Aceh Utara menuju perairan Malaysia untuk mengambil barang haram tersebut. “Mereka kembali ke Aceh dengan rencana sandar kapal di daerah Peureulak, Aceh Timur,” pungkas Goenawan. (zb/dan) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id