Sabang Krisis Gas Elpiji | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sabang Krisis Gas Elpiji

Sabang Krisis Gas Elpiji
Foto Sabang Krisis Gas Elpiji

* Warga Beralih ke Mitan

SABANG – Dalam beberapa hari terakhir ini Kota Sabang mengalami krisis gas elpiji. Persediaan gas 3 kg dan 12 kg mulai kosong di daerah kepulauan itu. Akibatnya, banyak warga baik berada di kawasan kota maupun gampong kini beralih menggunakan minyak tanah atau kayu bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

Abdullah alias Dolah Brewok, warga Kota Barat, Kecamatan Suka Karya, kepada Serambi Selasa (20/9) mengatakan, kekosongan gas elpiji di Sabang sudah berlangsung selama empat hari, yakni sejak boat pengangkut elpiji tujuan Sabang tenggelam di Perairan Lampulo, Jumat (15/9) lalu.

Dolah Brewok mengakui dirinya sudah empat hari mencari gas elpiji 3 kg dan 12 kg ke sejumlah tempat, namun tak ditemukan. Di kios-kios pengecer dan pangkalan resmi hanya terlihat tumpukan tabung gas kosong. “Dua hari lalu masih tersedia gas 3 kg di Iboih dengan harga Rp 35 ribu/tabung dari harga biasanya Rp 25 ribu. Tapi sekarang dimana-mana gas elpiji tidak tersedia lagi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Amat Tampil Beda, pedagang grosir yang juga pengecer gas elpiji di Gampong Balohan, yang mengakui bahwa akibat tidak adanya gas elpiji 3 kg dan 12 kg banyak masyarakat yang beralih menggunakan minyak tanah (mitan) meski harganya Rp 12 ribu per liter. Bahkan ada juga yang beralih menggunakan kayu bakar.

“Saya sudah berputar-putar untuk mencari gas elpiji 3 kg dan 12 kg, namun semua pangkalan yang selama ini menyediakan gas itu tak ada stok. Tak ada pilihan lain, kecuali beralih ke minyak tanah,” katanya.

Karena itu, Dolah Brewok dan Amat Tampil Beda sangat berharap kepada distributor dan pihak Pertamina untuk segera memasok gas elpiji ke Sabang. “Banyak pedagang kue dan minuman berhenti berjualan karena tidak tersedianya gas. Karenanya kami sangat berharap Pertamina dan distributor untuk mencari solusi, sehingga gas elpiji kembali tersedia,” katanya.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Sabang, Nasri, mengakui bahwa dalam beberapa hari terakhir ini stok gas di Sabang kosong. Kosongnya persediaan bahan bakar itu sehubungan tenggelamnya boat pengangkut gas elpiji di Perairan Lampulo, pekan lalu.

Nasri mengaku sudah menyampaikan masalah kekosongan gas ke pihak agen. Dan pihak agen sedang mencari boat untuk mengangkut gas elpiji ke Sabang. “Mudah-mudan besok atau lusa gas elpiji sudah tersedia kembali,” katanya.

Hal itu dibenarkan Munazar, pimpinan PT Ratu Mulia dan PT Aneuk Meugah Sabang. Distributor gas elpiji di Sabang itu mengatakan, stok elpiji kini cukup tersedia. Dia mengaku sudah menyiapkan 2.000 tabungkas 3 kg dan 300 tabung 12 kg serta 50 tabung elpiji 5,5 kg untuk dipasok ke Sabang.

Begitupun gas elpiji tersebut belum bisa didistribusikan ke 38 pangkalan di Sabang karena belum tersedianya boat pengangkut. Sementara boat yang sebelumnya sudah bersedia, tiba-tiba batal karena tak sesuai ongkosnya. “Kini kami sedang mencari boat pengangkut gas. Kita upayakan secepatnya, agar gas tersebut bisa seegera didistrusikan,” katanya.(az) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id