Pedulinya Jepang terhadap Lingkungan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pedulinya Jepang terhadap Lingkungan

Pedulinya Jepang terhadap Lingkungan
Foto Pedulinya Jepang terhadap Lingkungan

OLEH RIA HAYATUN NUR, peserta Summer Course di Hokkaido University, Jepang, sedang mengambil Master Statistika di Institut Pertanian Bogor, dan penerima Beasiswa LPDP RI, melaporkan dari Jepang

DALAM kesempatan kali ini, saya sangat bersyukur terpilih menjadi salah satu dari dua perwakilan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengikuti Summer Course di Hokkaido University. Summer Course ini diikuti oleh beberapa perguruan tinggi di Asia, yaitu Hokkaido University (Jepang), Chulalongkorn University (Thailand), Thammasat University, Kasetsart University, IPB, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan beberapa universitas lainnya.

Program Summer Course ini juga dikenal dengan sebutan PARE (Population Activities Resources Environment) yang bertujuan memperkaya pemahaman peserta terkait pengelolaan lingkungan sebagai dampak dari kegiatan manusia.

Di samping itu, tujuan lainnya adalah untuk memperluas sudut pandang global para peserta melalui sharing pengetahuan dan pengalaman antaruniversitas.

Program Summer Course memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk mengikuti perkuliahan dengan teknik pendidikan yang menarik. Seluruh peserta tidak hanya melakukan kegiatan perkuliahan di kelas, namun juga diajak untuk terjun langsung ke lapangan.

Selain itu, peserta juga diajak mengunjungi berbagai institusi agar dapat lebih memahami sistem yang ada di dalamnya, sehingga diharapkan para peserta mampu meningkatkan pemahamannya dan memiliki daya saing global.

Beberapa institusi yang kami kunjungi memberikan kesan yang sangat mendalam bagi saya, di antaranya Soseigawa Wastewater Treatment Plant and Sapporo Sewerage Museum dan Agricultural Research Institute. Di Soseigawa Wastewater Treatment Plant kami mempelajari bagaimana perlakuan yang diberikan pada air sisa pembuangan sebelum mengalir ke sungai. Air diberi treatment dengan beberapa tahapan, yaitu pertama, air berada di grit chamber yang berfungsi menghilangkan kotoran yang berukuran besar (pasir) menggunakan mesin sebelum dimasukkan ke primary sedimentation tank. Pasir dan kotoran akan dihilangkan ketika di dalam sedimentation tank. Proses selanjutnya berada di reaction tank. Proses yang terjadi dalam tangki ini yaitu penguraian kotoran oleh mikroorganisme ,sehingga di dalam proses ini tingkat kebersihan air menjadi 40 %, dan kemudian air akan diproses kembali di final sedimentation tank.

Proses yang terjadi di dalam final sedimentation tank adalah pemisahan antara endapan, kotoran, dan air. Tingkat kebersihan air setelah melewati tahapan tersebut meningkat menjadi 60 %. Air yang telah melewati berbagai tahapan tersebut sudah dinyatakan bersih dan kemudian dialirkan ke sungai.

Menariknya, tidak hanya perlakuan pada air, Jepang juga melakukan perlakuan pada tanah dan pangan. Perlakuan ini dilakukan di Agricultural Research Institute. Di sini kami lebih banyak belajar bagaimana Jepang memanfaatkan kecanggihan teknologinya dalam menganalisis tanah untuk pengaplikasian pupuk dan analisis sayuran untuk melihat kandungan yang dimilikinya sebelum didistribusikan ke pasar.

Institusi-institusi lainnya yang kami kunjungi adalah Sugar Beet Museum (museum pembuatan gula dari bit), Ikeda Wine Castle, Hokkaido Shikaoi Environmental Preservation Centre (tempat pembuatan biogas), Civil Engineering Research Institute for Cold Region (tempat penelitian keamanan kontruksi bangunan saat musim dingin), Sapporo Salmon Museum, dan Hokkaido Coca-Cola Bottling Sapporo Factory.

Ternyata dari berbagai pengalaman yang saya dapatkan dalam program ini, Jepang merupakan negara yang sangat aware (peduli) terhadap potensi dan kondisi yang dimilikinya. Sistem pengelolaan lingkungannya pun sangat baik. Semoga kita banyak mengambil pelajaran dari kemajuan yang dimiliki Jepang dan lebih semangat membangun Indonesia menjadi negara yang lebih baik ke depannya.

Kita juga harus menggali potensi yang kita miliki, berusaha semaksimal mungkin menjaga dan melestarikannya, serta memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
(uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id