SKPA di Luar DSI juga Berwenang Perkuat Mualaf | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

SKPA di Luar DSI juga Berwenang Perkuat Mualaf

SKPA di Luar DSI juga Berwenang Perkuat Mualaf
Foto SKPA di Luar DSI juga Berwenang Perkuat Mualaf

BANDA ACEH – Penguatan pelaksanaan syariat Islam di Aceh tak hanya tugas Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, seperti kesan sebagian masyarakat selama ini, melainkan harus melibatkan semua stakeholder di Aceh, terutama Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) di luar DSI Aceh sebagaimana diskenariokan dalam grand design syariat Islam yang digagas DSI Aceh.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr H Munawar A Djalil MA menyampaikan hal ini dalam sambutannya saat membuka sosialisasi Qanun Syariat Islam bagi 80 Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat Aceh, termasuk PNS instansi vertikal di aula Mahkamah Syar’iyah Aceh, Banda Aceh, Selasa (19/9).

Munawar mencontohkan, di DSI Aceh ada program berkelanjutan pembinaan mualaf yang memang menjadi kewenangan pihak dinas tersebut memperkuat akidah mereka, tetapi di samping itu juga perlu penguatan perekonomian mualaf. Jika tidak, ada kekhawatiran mereka akan kembali ke agama asal lantaran kondisi perekonomian sulit.

“Apalagi status mereka ditolak dalam keluarga. Nah, untuk pemberdayaan ekonomi ini perlu melibatkan SKPA lainnya, seperti Dinas Sosial, Dinas Perdagangan. Begitu juga Dinas Pertanian dan Perikanan untuk pemberdayaan ekonomi mereka di sektor pertanian dan perikanan,” jelas Munawar.

Karena itu, kata Munawar salah satu tujuan sosialisasi sehari kemarin dalam rangka menuju grand design syariat Islam di Aceh, sebagaimana ide awal yang banyak melibatkan guru besar UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, sehingga ke depan grand design itu diharap menjadi qanun. Salah satu isinya penguatan syariat Islam di daerah ini harus melibatkan semua stake holder.

Menurut Munawar, hal ini juga sesuai visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Irwandi dan Nova Iriansyah (2017-2022) melalui ‘Aceh Hebat’ dalam memperkuat pelaksanaan syariat Islam, beserta nilai-nilai keislaman dan budaya keacehan dalam kehidupan masyarakat Aceh.

“Dalam penjabarannya, satu program unggulan Aceh Meuadab, yaitu penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai moral, penguatan budaya, penguatan kelembagaan institusi keislaman dan mendorong sifat keteladanan pemimpin masyarakat,” kata Munawar A Djalil.

Seusai membuka acara ini kemarin, Munawar juga menjadi pemateri (Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Melahirkan dan Mengimplementasikan Qanun-Qanun Syariat Islam di Aceh). Dua pemateri lainnya, guru besar UIN Ar-Raniry, Prof Al Yasa’ Abubakar (Eksistensi Qanun Jinayat dan Qanun Hukum Acara Jinayat) serta Prof Syahrizal Abbas MA yang juga pernah menjabat Kepala DSI Aceh sebelum Munawar. Turut hadir saat pembukaan acara ini kemarin, Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, Dr H Jufri Ghalib SH MH. (sal) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id