Tuha Peuet: Penyegelan Dipicu Dokumen Palsu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tuha Peuet: Penyegelan Dipicu Dokumen Palsu

Tuha Peuet: Penyegelan Dipicu Dokumen Palsu
Foto Tuha Peuet: Penyegelan Dipicu Dokumen Palsu

* Kasus Warga Segel Kantor Desa Pungkie

MEULABOH – Ketua Tuha Peuet Desa Pungkie, Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat Hamdani SE menyatakan penyegelan kantor Desa Pungkie dilakukan masyarakat akibat adanya ketimpangan dalam penggunaan dana desa.

“Memang benar kami Tuha Peuet telah melaporkan aparatur Desa Pungkie atas dasar pemalsuan dokumen RKPG dan APBG Tahun 2017 dengan membubuhi tanda tangan palsu dan stempel ganda. Ada bukti yang kita lampirkan,” kata Hamdani menghubungi Serambi kemarin.

Menurutnya setelah dilaporkan kepada camat, namun pihak terkait dan kecamatan kurang merespons menanggapi hal tersebut sehingga terjadi kasus penyegelan kantor desa. “Mungkin warga sudah emosi karena berdasarkan hasil rapat umum yang diadakan 12 September silam membahas hal tersebut namun tidak menemukan solusi karena pihak kepala desa tidak menghadiri pertemuan,” katanya.

Hamdani juga menyesalkan sikap camat yang menyebutkan persoalan ini adalah kisruh keuchik dengan Tuha Peuet. Padahal dalam kasus ini pihak camat dapat membantu menyelesaikan tetapi malah mengabaikannya waktu itu. “Saya juga heran terhadap pernyataan bahwa hari ini (kemarin) ada pertemuan. Tapi hingga siang belum ada undangan ke kita,” katanya.

Sementara itu penyegelan kantor keuchik Pungkie hingga kemarin dilaporkan masih berlangsung. Keuchik Pungkie Bustanuddin yang dikonfirmasi kemarin mengakui pelayanan kepada masyarakat tetap dilakukan. Namun tidak ada stempel karena berada dalam kantor keuchik.

“Pelayanan sementara ya seadanya. Tapi kita berharap penyegelan segera berakhir,” kata Bustanuddin. Ia juga membantah tuduhan pemalsuan tanda tangan yang dialamatkan kepadanya. Seperti diberitakan masyarakat Desa Pungkie Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat, Minggu (17/9) menyegel kantor keuchik sebagai bentuk protes terkait pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan. Aksi ini berdampak pada terganggunya pelayanan kepada masyarakat.

Camat Kaway XVI Kharuzzadi kepada Serambi kemarin mengatakan bahwa pertemuan yang sudah dijadwalkan tetap akan dilaksanakan untuk mencari solusi terbaik. Sehingga kasus penyegelan kantor keuchik tersebut tidak semakin berlarut dan mengganggu jalannya pelayanan kepada masyarakat. “Kami rencana siang ini (kemarin) akan ada pertemuan,” ujar Khairuzzadi.(riz) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id