Korban Muyen Diminta Melapor | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Korban Muyen Diminta Melapor

Korban Muyen Diminta Melapor
Foto Korban Muyen Diminta Melapor

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasat Reskrim AKP Rezky Kholiddiansyah kepada Serambi, Selasa (19/9), mengatakan, Muyen alias Jefri (28), pria asal Desa Matang Peureulak yang ditangkap polisi di kawasan Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, pada Sabtu (16/9) lalu, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus asusila. Dengan tertangkapnya Muyen, pihak kepolisian meminta warga lain yang menjadi korban untuk melapor agar bisa segera diproses hukum.

Warga diminta tidak takut, karena penyidik akan merahasikan identitas pelapor, sehingga kasus yang melibatkan tersangka dapat diungkap. “Biasanya kasus persetubuhan anak di bawah umur dirahasiakan pihak keluarga. Kita berharap korban Muyen lainnya untuk melapor,” kata Kasat Reskrim AKP Rezky Kholiddiansyah

Tersangka sudah masuk dalam DPO pada April 2016 dalam kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Pria berjari kaki enam ini diduga menyetubuhi LA (14) asal Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, di rumahnya, Matang Peureulak pada 9 Oktober 2016 sebanyak dua kali dengan cara merayu korban. Muyen kabur setelah kasus itu ditangani polisi.

Tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. “Penyidik dari satuan narkoba juga akan mendalami kasus yang melibatkan tersangka,” kata Kasat Reskrim.

Saat ditangkap pada Sabtu lalu di rumahnya, Muyen juga dalam kondisi dipengaruhi sabu. Itu sebab berulangkali dia berusaha kabur. “Setelah kita lumpuhkan, dia masih berusaha untuk kabur, tapi petugas yang sudah siaga langsung meringkusnya kembali. Lalu diamankan ke Mapolres Aceh Utara untuk dites urine, ternyata hasilnya masih positif sabu-sabu,” ujar Rezky Kholiddiansyah.

Disebutkan, tersangka juga mengakui dirinya saat ditangkap dalam kondisi dipengaruhi sabu-sabu yang diisapnya sebelum dirinya ditangkap. Barang tersebut diperolehnya dari seorang pengedar di kawasan Kecamatan Seunuddon. “Petugas juga heran dengan tersangka, karena meski sudah dilumpuhkan, masih saja berusaha kabur, ternyata karena pengaruh sabu-sabu,” ujar Kasat Reskrim.

Saat ditangkap Sabtu pekan lalu, polisi juga terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, karena istri korban histeris, sehingga mengundang perhatian warga. “Warga kemungkinan tidak mengetahui kalau tersangka ini sudah lama menjadi DPO kasus persetubuhan anak di bawah umur,” katanya.

Menurut Kasat Reskrim, Muyen selama ini bersembunyi di kawasan Aceh Timur. Namun, ketika sewaktu-waktu pulang ke kawasan Tanah Jambo Aye, selalu melewati jalan desa, bukan jalan nasional. “Karena itu ketika kemarin kita mendapatkan informasi dia sudah berada di rumah istrinya, langsung kita sergap,” katanya.(jaf) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id