PLN Ganti 46 Ribu KWh Meter | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PLN Ganti 46 Ribu KWh Meter

  • Reporter:
  • Selasa, September 19, 2017
PLN Ganti 46 Ribu KWh Meter
Foto PLN Ganti 46 Ribu KWh Meter

* Di Tiga Wilayah

BANDA ACEH – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Area Banda Aceh mengganti 46 ribu kWh meter pelanggan di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang hingga Desember 2017. Pergantian dilakukan terhadap kWh meter dengan masa pemakaian 20 tahun ke atas, serta Listrik PraBayar (LPB) jenis Melcoinda tipe MTS-125 dan merek Glomet untuk semua tipe.

Hal itu disampaikan Manager PLN Area Banda Aceh, Wahyu Ahadi Rouzi, Senin (18/9) di Kantor PLN Area. Dia mengatakan, ada 46 ribu unit kWh meter yang akan diganti hingga akhir tahun 2017. “Kami minta dukungan para pelanggan untuk kooperatif dengan petugas yang akan melakukan pergantian,” ujarnya.

Wahyu meminta pelanggan agar mengenali ciri-ciri petugas PLN yang akan melakukan pergantian kWh meter. Tiga ciri utama yaitu petugas dilengkapi identitas diri (ID), surat tugas, dan mengenakan seragam PLN. “Kalau anda tidak melihat ketiga ciri ini, silakan menolaknya dan segera laporkan ke nomor pengaduan 123,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam masa tersebut PLN juga melakukan program rutin Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), yaitu penertiban, pemutusan, hingga pembongkaran total terkait adanya penyalahgunaan listrik. “Penertiban ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti korsleting bahkan kebakaran serta kerusakan lingkungan,” kata Wahyu.

Dijelaskan, pemutusan sementara dilakukan apabila pembayaran rekening yang melebihi tanggal 21 setiap bulan berjalan. “Kami akan menyegel dengan menempel stiker pada MCB (saklar pada sekring) dalam keadaan off. Kalau pelanggan sudah membayar, maka silakan dihidupkan kembali,” ujarnya.

Disebutkan, tindakan itu sesuai Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PLN dan pelanggan. Namun apabila pelanggan tersebut tidak melunasi tunggakan terhitung 60 hari setelah penyegelan, maka petugas akan membongkar rampung mulai dari kWh meter, MCB, hingga kabel sambungan rumah (SR). “Bagi yang sudah diputus permanen dapat menjadi pelanggan PLN lagi, jika melunasi tunggakan dan membayar biaya pasang baru,” kata Wahyu.

Pada bagian lain, Wahyu Ahadi Rouzi mengatakan bahwa pemeliharaan jaringan listrik yang dilakukan selama ini merupakan suatu keharusan, sebagai upaya peningkatan kehandalan pasokan listrik di area Banda Aceh. “Pemeliharaan dilakukan selama masih ada pohon di lokasi jaringan listrik. Selama rantingnya masih tumbuh, selama itu juga pemeliharaan berlanjut,” katanya.

Menurut Wahyu, pemeliharaan jaringan secara kontinyu jauh lebih baik daripada memperbaikinya ketika rusak total. “Saya berprinsip lebih baik padam selama beberapa jam ketimbang mati lampu total sampai seminggu. Kalau jaringan jarang dipelihara, maka potensi kerusakan jauh lebih besar,” tukasnya.(fit) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id