PA Batalkan PAW Makrum | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PA Batalkan PAW Makrum

PA Batalkan PAW Makrum
Foto PA Batalkan PAW Makrum

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA) mengeluarkan surat yang meminta pimpinan DPR Aceh untuk menghentikan seluruh proses pergantian antar waktu (PAW) Ir Makrum Thahir (50) sebagai anggota DPR Aceh dari Fraksi PA. Padahal proses persidangan gugatan PAW masih berlangsung di Pengadilan Negari Banda Aceh.

“Besok (hari ini) sidang mediasi,” kata kuasa hukum Makrum, Muhammad Isa Yahya SH kepada Serambi, Senin (18/9). Surat pembatalan usulan PAW anggota DPRA dari daerah pilihan (Dapil) II, Pidie dan Pidie Jaya, itu ditandatangani langsung Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPA PA, Muzakir Manaf dan Mukhlis Basyah pada 8 September lalu.

M Isa menjelaskan, keluarnya surat pembatalan tidak terlepas dari upaya pihaknya yang meminta Kemendagri untuk menghentikan proses PAW karena masih diperkarakan di pengadilan. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Sumarsono MDM melalui suratnya menyatakan usulan PAW Makrum Thahir dengan Dahlan Jamaluddin SIP belum dapat diproses.

“Secara politis tindakan DPA PA merupakan tindakan cerdas atau dapat dikatakan suatu keputusan yang sangat bijaksana serta menguntungkan, khususnya bagi Partai Aceh. Dengan dicabutnya surat PAW tersebut, maka dengan demikian persoalan hukum secara materiil sudah selesai, tinggal majelis hakim membuat satu bentuk perdamaian secara formil,” ujarnya.

Kendati demikian, dia juga mempertanyakan alasan DPA PA membuat surat pembatalan tanpa memuat tebusan kepada Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh Cq majelis hakim yang sedang menangani perkara tersebut. Selain itu, surat DPA PA juga tidak ditembuskan kepada kliennya, melainkan kepada Tgk Anwar Ramli SPd yang tidak ada sangkut pautnya.

Sebelumnya Makrum Thahir menggugat DPA PA ke Pengadilan Negeri Banda Aceh pada 2 Agustus 2017. Makrum tidak menerima partai melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap dirinya dan mengusulkan Dahlan Jamaluddin SIP. Alasannya, karena dirinya tidak pernah merasa membuat kesalahan selama menjabat anggota dewan.

Selain menggugat DPA PA (tergugat I), Makrum juga menggugat DPRA (tergugat II), Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh (tergugat III), Gubernur Aceh (tergugat IV), dan Mendagri Cq Gubernur Aceh (tergugat V). Ia menilai para tergugat (II, III, IV, dan V) turut memverifikasi nama calon pengganti hingga merekomendasi PAW yang diusul tergugat I.

Juru Bicara (Jubir) DPA PA, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung yang dihubungi Serambi, Senin (18/9) malam tidak bicara banyak ketika ditanya apakah usulan PAW tersebut tetap diproses setelah adanya keputusan inkrah pengadilan atau akan diproses melalui Mahkamah Partai.

“Untuk sementara saya belum bisa menjelaskan dan perlu berkoordinasi dengan pimpinan dulu,” katanya yang mengaku sedang berada di Sabang. Kehadirannya di pulau yang terkenal dengan alamnya tersebut dalam rangka menghadiri acara pengambilan sumpah dan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang terpilih, Nazaruddin dan Drs Suradji Junus.

Sekadar informasi, selain Makhrum, anggota DPRA dari Fraksi PA lainnya yang sedang menempuh jalur hukum di Pengadilan Negeri Banda Aceh karena diusul PAW adalah Adam Mukhlis. Politisi asal daerah pemilihan (Dapil) 4, Aceh Tengah dan Bener Meriah, ini juga menggugat partainya karena tidak terima di-PAW dan digantikan Adly Tjalok Bin Ibrahim. (mas) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id