Korban Azizi Abdya Melapor ke Polda | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Korban Azizi Abdya Melapor ke Polda

Korban Azizi Abdya Melapor ke Polda
Foto Korban Azizi Abdya Melapor ke Polda

* Sejumlah Pejabat Masuk dalam Daftar

BLANGPIDIE – Korban dugaan penipuan perusahaan jasa keberangkatan umrah PT Azizi Tour Travel Hajj & Umrah Medan, Sumatera Utara, di Kabupaten Abdya akhirnya melapor ke Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Aceh. Korban pelapor yakni Juwairiyah (74) didampingi Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya Miswar SH pada 11 September lalu.

“Laporan sudah diterima Polda Aceh berdasarkan laporan polisi Nomor LP/104/IX/2017/SPKT tanggal 11 September 2017,” kata Miswar menjawab Serambi di Blangpidie, Senin (18/9).

Laporan tersebut diterima An KA SPKT Polda Aceh KA Siaga Ub PA Siaga I, Bripka Dedi Darmadi. Ketika melapor, Juwairiyah didampingi Nurthaibah dan Nurlisna. Berdasarkan laporan tersebut, Polda Aceh segera melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan saksi-saksi.

Berdasarkan data yang diperoleh Ketua YARA Perwakilan Abdya tidak kurang 117 calon jamaah umrah yang direkrut Juwairiyah Cs sudah mendaftar di PT Azizi Tour Travel Hajj & Umrah. Mereka sudah menyetor biaya keberangkatan umrah antara Rp 17 juta-Rp 18 juta per orang pada awal 2016 lalu kepada PT Azizi Tour Travel Hajj & Umrah Medan beralamat di Medan, Sumut.

“Korban Azizi Tour di Kabupaten Abdya mencapai 230 orang karena ada satu orang perekrut lagi yang belum melapor,” kata Miswar. Mereka hampir dipastikan menjadi korban penipuan karena keberangkatan melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci yang sudah berkali-kali dijadwalkan akhirnya batal, dan kini tidak jelas lagi kelanjutannya.

Korban penipuan tersebut bukan saja masyarakat biasa, tapi ada sejumlah pejabat dan mantan pejabat, termasuk sejumlah tokoh masyarakat setempat. Miswar mengatakan sebelumnya, warga Abdya tertarik menggunakan jasa Azizi Tour lantaran biaya keberangkatan umrah yang ditawarkannya murah dan cepat. Apalagi, ada kelompok perekrut dari Azizi Tour sudah lima kali memberangkatkan calon jamaah umrah.

“Tapi, keberangkatan yang keenam bermasalah,” katanya. Seorang mantan pejabat di Abdya mengatakan ia menyetor biaya umrah pada Februari 2016 lalu. Jadwal berangkat umrah yang dijanjikan Azizi Tour pada November 2016. Tapi batal, kemudian dijadwalkan kembali pada 15 Januari 2017.

“Tapi gagal dan sampai kini tidak jelas lagi keberangkatannya,” kata Miswar mengutip keterangan mantan pejabat tersebut. Kepala Kankemenag Kabupaten Abdya Drs H Arijal menjawab Serambi sebelumnya menjelaskan berdasarkan penelusuran yang dilakukan bahwa PT Azizi Tour Travel Hajj & Umrah tidak memiliki izin operasional dari Kementerian Agama RI.

Perusahaan travel tersebut diakui memang pernah mendapat izin operasional dari Kementerian Agama RI, tetapi setelah izin habis masa berlaku selama tiga tahun, pihak manajemen perusahaan tidak mengurus izin baru.

Sementara itu Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc kepada Serambi, Senin (18/9) menjelaskan telah menerima laporan dari satu orang warga yang menjadi korban penipuan keberangkatan jamaah umrah. “Tapi yang dilaporkan bukan Azizi Tour Travel Hajj, melainkan orang yang menjadi perekrut calon jamaah umrah,” katanya.

Menurut Kapolres pihaknya sedang mendalami kasus itu dengan mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi. “Penyelidikan dugaan tindak penipuan tersebut juga akan mengarah ke sana (Azizi Tour Travel Hajj,” kata AKBP Andy Hermawan. Belajar dari kasus tersebut, Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati atau selektif memilih perusahaan travel yang menawarkan jasa keberangkatan melaksanakan ibadah umrah.(nun) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id