Pria Aceh Timur Didor | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pria Aceh Timur Didor

Pria Aceh Timur Didor
Foto Pria Aceh Timur Didor

* Nekat Rampas Senpi Polisi

* DPO Kasus Asusila

LHOKSUKON – Tim Tactical Force Polres Aceh Utara pada Sabtu (16/9) sore, berhasil melumpuhkan Muyen alias Jefri (28), pria asal Desa Matang Peureulak, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur dengan cara menembak pada bagian kaki kanannya, karena mencoba merampas senjata api (senpi) polisi yang menangkap dia. Pria yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu diringkus di rumah istrinya saat sedang menggoreng ikan.

Muyen masuk DPO pada April 2016 setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Pria berjari kaki enam itu diduga menyetubuhi LA (14), asal Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara di rumahnya, Matang Peureulak pada 9 Oktober 2016, sebanyak dua kali dengan cara merayu korban.

“Kita sudah lama sekali mencari tersangka setelah masuk DPO. Kemarin kita mendapat informasi dia berada di kawasan Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, tepatnya di rumah istrinya. Kemudian petugas langsung bergerak ke sana,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasat Reskrim AKP Rezky Kholiddiansyah kepada Serambi, kemarin.

Disebutkan, ketika polisi sampai di rumah istri tersangka, polisi melihat Muyen sedang menggoreng ikan. “Kemudian petugas langsung menangkapnya, tapi ketika itu tersangka mencoba merebut senpi jenis pistol yang berada di tangan polisi, sehingga petugas terpaksa melumpuhkan kakinya. Tak hanya itu, setelah dilumpuhkan, tersangka masih berusaha untuk kabur,” ungkap Kasat Reskrim.

Namun, polisi yang sudah sigap tidak memberikan kesempatan lagi bagi tersangka untuk kabur. Kini Muyen sudah diamankan ke Mapolres Aceh Utara untuk proses penyidikan. “Kasus persetubuhan itu dilaporkan ke polisi pada 17 April 2016. Dalam kasus ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dan juga sudah mendapatkan hasil visum,” jelasnya.

Ditambahkan, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara dalam kasus tersebut. “Dalam kasus ini, petugas juga mengamankan barang bukti sepotong jilbab warna merah, baju lengan panjang warna merah, serta celana jeans warna biru dongker,” pungkasnya.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata dalam konferensi pers di Mapolres, Senin (18/9), menyebutkan, pantasnya hukuman terhadap kasus pemerkosaan apalagi dilakukan berulang kali itu digantung, seperti di Arab Saudi. “Hukumannya jangan terlalu menyenangkan, sehingga akhirnya tersangka mengulangi kembali perbuatannya,” ujar Kapolres Aceh Utara.

Dalam proses penyelidikan kasus Muyen, kata AKBP Ahmad Untung, penyidik melakukan berbagai cara, termasuk memeriksa sejumlah sopir karena sama pekerjaannya dengan tersangka, di mana dalam pemeriksaan itu para sopir disuruh buka sepatu dan kaos kakinya. “Karena kita juga dapat informasi kalau tersangka kakinya berjari enam serta pakai sepatu ukuran besar. Akhirnya, PR tahun lalu berhasil kita tuntaskan,” ucap Kapolres Aceh Utara.(jaf) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id