STAIN Teungku Dirundeng dan Pendidikan Karakter | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

STAIN Teungku Dirundeng dan Pendidikan Karakter

STAIN Teungku Dirundeng dan Pendidikan Karakter
Foto STAIN Teungku Dirundeng dan Pendidikan Karakter

Oleh Mukhsinuddin M. Juned Syuib

HARI ini (Selasa, 19 September 2017), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh memperingati dan merayakan milad ke-3. Namun, sejarah perjalanan dan keberadaan perguruan tinggi Islam ini sendiri sudah lebih dari tiga dasawarsa, tepatnya sejak 1984 ketika awal kelahirannya dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Teungku Chik Dirundeng Meulaboh.

Dalam usia yang relatif masih sangat muda (status negerinya-ed.) ini, STAIN Teungku Dirundeng terus berupaya dalam mendidik mahasiswa menuju pembentukan karakter dan bermoral dengan mewarisi nilai-nilai Pancasila sebagaimana diamanatkan dalam Perpres No.87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Dalam Perpres itu disebutkan, penguatan pendidikan karakter dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis dan semangat kebangsaan, cinta Tanah Air, serta bertanggung jawab. Inilah satu misi dari pembangunan STAIN Teungku Dirundeng ke depan.

Resmi terbentuk
Pada 1984 para ulama dan pemuka masyarakat bekerja sama dengan Pemkab Aceh Barat merintis berdirinya suatu yayasan pendidikan berupa perguruan tinggi swasta (PTS). Pada tahun itu juga yayasan tersebut berhasil diwujudkan dengan nama Yayasan Pendidikan Teungku Chik Dirundeng, yang mengabadikan nama Teungku Chik Dirundeng, seorang ulama besar di pantai Barat-Selatan Aceh sebagai nama yayasan.

Pada 28 Agustus 1984 yayasan tersebut resmi terbentuk dengan Badan Hukum Akte Notaris Hamonangan Silitonga Banda Aceh No.45 Tahun 1984. Yayasan ini bercita-cita membangun suatu wadah pendidikan tinggi di Aceh Barat, yaitu Universitas Teuku Umar (UTU) dan Institut Agama Islam Meulaboh (IAIM).

Langkah awal yang diupayakan adalah mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dengan jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam rentang waktu yang tidak lama, tokoh-tokoh masyarakat yang dimotori oleh Departemen Agama Kabupaten Aceh Barat, MUI dan Korps Alumni IAIN Ar-Raniry (Koniry) Aceh Barat, serta stakeholder pendidikan yang ada saat itu memprakarsai berdirinya STIT Teungku Chik Dirundeng, di bawah Yayasan Pendidikan Teungku Chik Dirundeng dengan SK No.06/Kep/YPRM/1985 tanggal 2 Januari 1985.

Satu tahun kemudian, STIT Teungku Chik Dirundeng ini mendapat status Izin Operasional dari Kopertais Wilayah V Aceh (SK No.IN/3/3369.A.I/1986 tanggal 17 Desember 1986). Sejak saat itu pula proses administrasi dan akademik dilaksanakan dengan baik dan maksimal. Kemudian, pada 1990 STIT Teungku Chik Dirundeng memperoleh status “Terdaftar” dengan SK Menteri Agama RI No.60 Tahun 1990, dengan nama STIT Teungku Chik Dirundeng Meulaboh (jurusan PAI).

Dalam perjalanan sejarah keberadaannya selama 13 tahun, STIT Teungku Chik Dirundeng terus berupaya meningkatkan statusnya, maka pada 2003 status itu berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Teungku Dirundeng Meulaboh, dengan tiga prodi baru yaitu Prodi PAI, Prodi Muamalah, dan Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Perjuangan pemkab Aceh Barat dan masyarakat setempat terus dilakukan dengan mempersiapkan segala persyaratan administrasi akademik maupun secara politis, sehingga pada 2014 STAI Teungku Dirundeng Meulaboh di bawah pimpinan Ketua Dr H Syamsuar Basyariah M.Ag dan jajarannya, serta Pemkab Aceh Barat, mendapat perubahan status dari PTAIS menjadi PTAIN Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, dengan SK Menteri Agama RI No.31 Tahun 2014 tanggal 19 September 2014 yang ditandatangani oleh Menag Drs H Lukmanul Hakim Saifuddin.

Kehadiran STAIN Teungku Dirundeng memiliki arti penting dan merasa terpanggil untuk menerjemahkan makna Tri Darma Perguruan Tinggi Islam ke dalam program dan kegiatan yang terarah, sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Oleh karena itu, STAIN Teungku Dirundeng perlu menetapkan suatu kebijakan ke depan, serta rencana pengembangan agar sekolah tinggi ini dapat menghadapi era globalisasi dan informasi yang sedang berkembang. Pengembangannya ke depan, perlu memberikan prioritas utama pada bidang pembinaan mental dan spiritual untuk mempersiapkan generasi intelektual yang mempunyai moralitas, budi pekerti, dan bertanggung jawab terhadap agama dan bangsa ini.

Nilai-nilai budaya
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam perjalanannya telah memiliki nilai-nilai budaya tersendiri dalam hati masyarakat Barat-Selatan Aceh, karena keberadannya telah mewarnai corak pemikiran dan adat istiadat masyarakat Barat-Selatan Aceh, serta posisi strategis dalam wilayah itu yang merupakan pusat perkembangan ilmu pengetahuan agama Islam.

Dari itu pengembangan STAIN Teungku Dirundeng dalam fungsinya sebagai lembaga kajian Islam tingkat lokal yang berkelanjutan akan berpengaruh pada tingkat regional, Nasional, bahkan internasional. Pengembangan yang demikian akan memacu tumbuhnya kembali kekuatan persatuan umat Islam Nusantara. Selain berdampak positif bagi perkembangan ilmu-ilmu keislaman, serta mendorong soladaritas Nasional dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan kehadiran STAIN Teungku Dirudeng akan melahirkan kebanggaan di kalangan umat Islam Aceh secara umum dan di kalangan umat Islam Barat-Selatan Aceh khususnya.

Saat ini, di wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela) telah tiga perguruan tinggi yang sudah bersatus negeri, yaitu UTU, STAIN Teungku Dirundeng dan AKN Meulaboh. Sementara masih banyak perguruan tinggi lainnya di wilayah itu yang masih swasta, namun terus berbenah dalam mendidik anak-anak bangsa di Barsela.

STAIN Teungku Dirundeng telah mengembangkan sayapnya ke seluruh Aceh dan Nusantara, para alumninya sudah ribuan orang yang bekerja di pemerintah maupun di lembaga-lembaga non-pemerintahan. STAIN Teungku Dirundeng telah melakukan langkah-langkah konkret dalam kerja sama baik secara Nasional dengan beberapa perguruan tinggi Islam di Jawa, Sumatera dan luar negeri seperti Uniza Trenggano Malaysia, University Wuhan Tiongkok, dan UKM Malaysia.

STAIN Teungku Dirundeng telah mempuyai tiga jurusan yang telah diberikan kewenangan izin dari Kementerian Agama RI, yaitu jurusan Tarbiyah dan Keguruan, jurusan Syariah dan Ekonomi Hukum Islam, serta jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam, dalam 15 program studi (prodi) dan kosentrasi yang berbeda keilmuannya, sebagai langkah ke depan menuju IAIN Meulaboh. Dirgahayu STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh!

* Mukhsinuddin M. Juned Syuib, S.Ag, MM., mahasiswa program doktoral (S3) Ilmu Manajemen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, saat ini sebagai Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Email: [email protected] (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id