Berat Hati | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Berat Hati

Berat Hati
Foto Berat Hati

Oleh: Jarjani Usman

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (QS. Al-Baqarah: 45).

Sudah sangat umum terjadi pada diri sebahagian hamba bahwa begitu berat hatinya untuk beribadah, termasuk ibadah wajib seperti shalat. Namun tidak demikian ketika mau melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dan bahkan merusak. Untuk hal-hal buruk seperti ini bahkan terasa begitu ringan langkah untuk dilaksanakan. Inilah di antara hal yang harus diwaspadai, karena merupakan pertanda diri kita sedang ditawan setan, munafik, dan sejenisnya.

Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW sudah begitu jelas menjelaskannya. Katanya, “Setan mengikatkan tiga ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika dia sedang tidur. Pada tiap ikatannya, setan membisikkan, ‘Malam masih lama, maka lanjutkanlah tidurmu!’ Jika orang itu bangun lalu berzikir kepada Allah Azza wa Jalla (membaca doa), maka terlepaslah satu ikatan. Jika (setelah bangun) dia berwudhuk, maka terlepaslah ikatan kedua. Jika setelah itu dia menunaikan shalat, maka semua ikatan itu pun terlepas, sehingga dia menyongsong pagi hari dengan ceria, penuh semangat. Namun jika tidak demikian, maka dia akan memasuki waktu pagi hari dengan jiwa yang jelek dan malas” (HR. Al-Bukhari).

Bahkan, dalam hadits yang lain dijelaskan penyebab lain lagi. Katanya, “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik daripada shalat Subuh dan shalat Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang pada kedua shalat tersebut, maka pasti akan berusaha mendatanginya meskipun harus merangkak” (HR. Al-Bukhari).

Karena itu, semua jenis perasaan berat untuk beribadah harus dilawan. Kalau tidak, kita akan terus merasa berat hati, hingga datang penyesalan besar saat ajal menjemput. (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id