Harga Pasir Bergerak Naik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Harga Pasir Bergerak Naik

Harga Pasir Bergerak Naik
Foto Harga Pasir Bergerak Naik

* Dampak Penertiban Galian C Ilegal

BANDA ACEH – Harga pasir cor dan plaster bergerak naik sejak dua pekan terakhir yang diyakini akibat penertiban sejumlah lokasi pengerukan galian C menggunakan alat berat di kawasan Aceh Besar.

Penelusuran Serambi, kenaikan harga pasir sejak dua pekan terakhir berkisar 40 persen. Sebagai contoh, satu pikap dengan muatan 1,5-1,8 kubik, dijual Rp 350.000 dari harga sebelumnya Rp 250.000.

Naiknya harga pasir, menurut kalangan pedagang karena penertiban oleh Pemkab Aceh Besar terhadap usaha penggalian pasir secara ilegal di sepanjang Daerah Aliras Sungai (DAS) Krueng Aceh mulai jembatan Lambaro sampai bendungan irigasi Seulimuem.

“Ya, sejak dua minggu terakhir harga jual pasir meningkat dari biasanya karena lokasi pengambilan yang semakin jauh dan tidak lancar lagi seperti biasa,” kata Ruslan, pedagang pasir di Desa Lamseupeung, Kota Banda Aceh.

Menurut sopir truk pengangkut pasir, pasir sungai untuk plaster dan cor yang dipasok ke Banda Aceh tidak lagi diambil dari DAS Krueng Aceh yang di kawasan Indrapuri tapi sudah ke Jantho. “Harga jual di lokasi penambangan (di Jantho) juga naik karena permintaan tinggi,” kata Ruslan mengutip pengakuan sopir.

Informasi dari sumber lain menyebutkan, harga beli pasir di Jantho sekitar Rp 2 juta-Rp 2,5 juta/truk interkuler dengan volume 14-15 kubik. Sedangkan untuk truk herkules dengan muatan 3-4 kubik Rp 650.000 dari sebelumnya Rp 450.000.

Pedagang lainnya, Sulaiman mengungkapkan, sudah dua hari pasokan pasir dari Indrapuri tidak masuk ke lokasi penjualan pasirnya di kawasan Ceurih.

Menurut pengakuan Ramlan, sopir penangkut pasir, harga jual pasir sampai ke lokasi Rp 350.000 dari sebelumnya Rp 250.000/pikap. Itu belum termasuk ongkos muat ke pikap Rp 15.000/pikap, ongkos bongkar Rp 15.000 serta mobilisasi ke lokasi Rp 100.000-Rp 130.000.(her) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id