Bupati Aceh Besar: Kita Sudah Carikan Solusinya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bupati Aceh Besar: Kita Sudah Carikan Solusinya

Bupati Aceh Besar: Kita Sudah Carikan Solusinya
Foto Bupati Aceh Besar: Kita Sudah Carikan Solusinya

BUPATI Aceh Besar, Ir Mawardi Ali mengatakan, pihaknya sudah mencari solusi terhadap dampak penertiban galian C ilegal yang menggunakan alat berat di sepanjang DAS Krueng Aceh mulai jembatan Lambaro sampai bendungan irigasi Seulimuem.

“Usaha galian C berupa pasir dan krikil di DAS Krueng Aceh yang menggunakan alat berat atau beko harus ditertibkan karena aktivitasnya ilegal dan sangat merusak lingkungan DAS Krueng Aceh,” kata Mawardi kepada Serambi, Minggu (17/9).

Dampak pengerukan material pasir dan kerikil dengan alat berat di sepanjang DAS Krueng Aceh telah merobohkan dua jembatan beton, termasuk di Lamsie, Kecamatan Indrapuri saat banjir bandang tahun 2013 dan sampai kini belum bisa dibangun kembali.

“Biaya membangun jembatan mencapai Rp 10 miliar lebih sementara hasil dari kutipan pajak/ritribusi galian C yang kita peroleh belum mencapai seharga biaya pembangunan jembatan yang telah roboh di Lamsie,” kata Mawardi.

Mawardi membenarkan, ada sekitar 15-20 lokasi penggalian ilegal pasir dan kerikil menggunakan alat berat sudah ditertibkan di sepanjang DAS Krueng Aceh. Namun begitu, Pemkab Aceh Besar juga telah menunjuk dua lokasi baru tempat pengambilan pasir dan batu kerikil yaitu di kawasan Jantho.

Di Jantho, lanjut Mawardi, ada sungai besar yang mengalir ke DAS Kruang Aceh. Deposit pasir dan batu kerikilnya cukup banyak dan kawasannya boleh digunakan untuk penggalian pasir dan batu kerikil.

Meski DAS Krueng Aceh telah dilarang untuk penggalian pasir dan batu kerikil dengan alat berat, kata Mawardi, jika masyarakat ingin mengambil pasir secara tradisional dipersilakan. “Yang kita tertibkan adalah menggunakan alat berat,” demikian Bupati Aceh Besar.(her) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id