Sopir Truk: Seharusnya Kami tak Dipersulit | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sopir Truk: Seharusnya Kami tak Dipersulit

Sopir Truk: Seharusnya Kami tak Dipersulit
Foto Sopir Truk: Seharusnya Kami tak Dipersulit

LANGKANYA material galian C di kawasan Aceh Besar saat ini, diyakini terjadi setelah langkah penertiban yang dilakukan pemerintah setempat untuk izin eksplorasi, karena dinilai aktivitas penambangan pasir dan batu sungai itu telah merusak alam. Namun, kebijakan itu seharusnya dikeluarkan pemerintah dengan tetap memperhatikan kalangan bawah yang saat ini bermata pencaharian di bidang itu.

Salah seorang sopir truk yang selama ini beroperasi mengangkut material galian C dari kawasan Aceh Besar, berharap pemerintah tidak mempersulit proses eksplorasi galian C di bantaran sungai dalam kawasan Aceh Besar. Ia mengaku, selama beberapa galian C ditutup, ia kesulitan mencari material, sedangkan permintaan di Banda Aceh dan Aceh Besar meningkat.

“Seharusnya kami tidak dipersulit. Sekarang sudah susah bahannya, satu juta rupiah pun kita kasih uang, belum tentu ada barangnya. Kalaupun ada, harus kita tunggu satu hari satu malam. Makanya selama ini ada yang mengambil material galian C ke Lamno sana,” sebut Jf (38), salah seorang sopir truk pengangkut material galian C yang diwawancarai Serambi di Banda Aceh, Sabtu (16/9).

Menurutnya, karena eksplorasi galian C di bantaran Krueng Aceh sudah tutup, maka ia harus beralih ke kawasan Krueng Siron untuk mendapatkan material tersebut. “Tapi itu jauh sekali lokasinya. Di sana pun hanya ada dua beko, mereka ada izin, katanya. Karena kita perlu material, ya terpaksa kita pergi juga ke sana, tapi harganya mahal sedikit,” ujar Jf.

Kadang-kadang, Jf mengaku juga pergi ke kawasan Krueng Jreu, Indrapuri, kakrena di sana ada lokasi eksplorasi material galian C secara manual, tidak menggunakan beko (ekskavator). Menurutnya, jika eksplorasi dilakukan dengan tangan, tidak ada masalah dan itu diizinkan. “Tapi ini harganya mahal lagi, karena muatnya dengan tangan, tentunya harga tidak seperti harga biasa. Kita jual ke peminta material juga berbeda,” sebut Jf.

Menurut Jf, selama material galian C langka di kawasan Aceh Besar, sebagian sopir terpaksa menuju ke dua lokasi yang masih bisa menambang pasir dan batu sungai, yakni Krueng Siron dan Krueng Jreue. Karena semuanya menuju tempat yang sama, sehingga antrean panjang truk pengangkut material galian C tak terelakkan. “Kalau kita pergi pagi jam 7, itu baru termuat mobil kita besok siang. Di satu lokasi itu mobil yang antre mencapai 25 mobil. Kita harus bermalam di sana,” pungkas Jf. (dan) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id