Kantor Keuchik Pungkie Disegel | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kantor Keuchik Pungkie Disegel

Kantor Keuchik Pungkie Disegel
Foto Kantor Keuchik Pungkie Disegel

* Terkait Protes Warga Soal Dana Desa

MEULABOH – Masyarakat Desa Pungkie Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat, Minggu (17/9) menyegel kantor keuchik. Aksi penyegelan dengan memalang pintu masuk kantor tersebut sebagai bentuk protes terkait pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan.

Aksi berlangsung Sabtu malam sekira pukul 23.00 WIB dan pada Minggu pagi kembali dibuka oleh aparat desa. Namun sebagai bentuk protes lanjutan, sejumlah warga kembali menyegelnya kemarin pagi. Warga juga menempel tulisan dengan di atas karton bernada protes. Aksi ini berdampak pada terhentinya aktivitas kantor.

Beberapa warga yang terlibat dalam aksi tersebut menyatakan tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes kepada keuchik dan aparat desa dalam pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan untuk tahun anggaran 2015 dan 2016. Warga juga meminta pemerintah desa agar pengelolaan dana tahun 2017 berpihak kepada masyarakat.

“Aksi protes ini karena tidak ada penyelesaian dalam proses pertanggungjawaban dana desa,” kata Mustafa, warga Desa Pungkie, yang juga peserta aksi. Menurutnya aksi tersebut akan tetap berlangsung sampai tuntutan masyarakat direalisasikan. “Selain persoalan dana desa juga terkait tanda tangan yang diduga dipalsukan,” ujarnya.

Keuchik Pungkie Bustanudin yang dikonfirmasi kemarin mengatakan terhadap adanya penyegelan kantor desa sudah dilapor kepada camat dan Polsek. “Sudah saya laporkan. Kita berharap jangan sempat terganggu pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dia sebutkan apa yang dituduhkan masyarakat tersebut tidak benar, seperti halnya soal dana desa, pihaknya sudah mempertanggungjawabkan sesuai aturan berlaku. Bustanudin juga menyebutkan apa yang menjadi harapan masyarakat sudah diakomodir dalam anggaran desa tahun 2017.

Sementara itu Camat Kaway XVI Aceh Barat Kharuzzadi SSTP kemarin mengaku sudah mendapat laporan. Menurutnya kasus di Desa Pungkie merupakan persoalan antara aparat desa dengan Tuha Peut atau mirip kisruh antara legislatif dengan eksekutif terkait dengan pengelolaan dana desa. Menurutnya kasus itu diharapkan dapat diselesaikan dengan dengan baik sehingga dicapai satu solusi. “Kami akan lihat perkembangan,” katanya.(riz) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id