Hamdani Masih Buron | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hamdani Masih Buron

Hamdani Masih Buron
Foto Hamdani Masih Buron

SIGLI – Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, mengatakan, pihaknya masih terus memburu tersangka pembunuh Nursiah binti Ibrahim (43) seorang bidan yang bekerja di Puskesmas Pembantu (Pustu) Cot Bada, Bireuen. Dari pemeriksaan sejumlah saksi mata, polisi meyakini Nursiah dihabisi suaminya, Hamdani (47), warga Gampong Beulangong Basah, Kemukiman Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur. Sehingga Hamdani pun kini sudah dimasukkan dalam daftar Pencarian Orang (DPO).

“Saat ini kami masih mengejar Hamdani dibantu personel Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh untuk mempersempit ruang gerak tersangka, agar tidak melarikan diri ke luar negeri,” kata Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugrha Setiawan Siregar, Minggu (17/9).

Berdasarkan pemantauan anggota polisi di lapangan, ia yakin, saat ini tersangka masih berada di Aceh. Pihaknya pun telah menyebar foto tersangka ke sejumlah Polres dan Polsek untuk membantu upaya penangkapan.

“Namun tersangka belum berhasil diringkus karena terus berpindah-pindah. Tapi, kami akan terus berupaya meringkus tersangka secepatnya,” tegas Kapolres Pidie ini.

Ia juga menjelaskan bahwa informasi sebelumnya yang menyatakan Hamdani melarikan diri dengan sepeda motor yang diambil dari rumah orang tuanya, usai melakukan eksekusi terhadap Nursiah binti Ibrahim, terbantahkan dengan hasil olah TKP yang mengungkapkan sepeda motor dimaksud masih berada di rumah itu.

Namun, Hamdani diperkirakan melarikan diri dengan kendaraan sehingga bisa cepat menghilang dari lokasi kejadian, meski polisi saat ini belum mengetahui jenis kendaraan yang digunakan tersangka untuk kabur setelah mengeksekusi istrinya itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nursiah binti Ibrahim (43) bidan yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Cot Bada, Bireuen ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mertuanya, Rusli (55), di Gampong Beulangong Basah, Kemukiman Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Selasa (29/8), sekitar pukul 15.30 WIB.

Nursiah diduga dieksekusi suaminya, Hamdani. Suami korban yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir truk itu langsung menghilang saat warga mulai histeris menemukan Nursiah bersimbah darah dan penuh luka tusukan di tubuhnya. Hingga saat ini polisi belum memastikan motif pembunuhan ini, namun kuat dugaan akibat cekcok rumah tangga yang berujung dengan terbunuhnya Nursiah.(naz) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id