Ghazali Abbas Adan : Waduk di Pidie Untuk Kesejahteraan Rakyat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ghazali Abbas Adan : Waduk di Pidie Untuk Kesejahteraan Rakyat

  • Reporter:
  • Senin, September 18, 2017
Ghazali Abbas Adan : Waduk di Pidie Untuk Kesejahteraan Rakyat
Foto Ghazali Abbas Adan : Waduk di Pidie Untuk Kesejahteraan Rakyat

KABUPATEN Pidie merupakan daerah pertanian dengan sawah yang membentang luas. Areal sawah yang cukup luas tersebut dimanfaatkan oleh para petani untuk menanam padi dan tanaman lainnya.

Dengan letak giografis yang sangat menguntungkan inilah, Pidie terkenal sebagai daerah pertanian dan termasuk salah satu sentral penghasil padi di Aceh. Saat ini sejumlah petani di Pidie masih sedikit yang bisa menanam padi dua kali atau lebih dalam setahun.

Hampir di semua tempat para petani hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun. Dan salah satu faktor penyebabnya adalah ketersedian air untuk mengairi sawah yang masih kurang. Apalagi jika musim kemarau tiba, sawahpun bisa kering krontang. Kondisi ini tentu sangat merugikan para petani dan juga masyarakat Pidie lainnya.

Hal tersebut mencuat saat AnggotaDPD RI asal Aceh Drs H Ghazali Abbas Adan bertemu dengan Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) di Meuligoe Bupati setempat dalam kunjungankerjanya ke kabupaten tersebut beberapa waktu yang lalu. Ghazali Abbas Adan mengatakan untuk bisa memanen padi dua hingga tiga kali dalam setahun dibutuhkan air yang cukup.

Tetapi kebutuhan air inilah yang sekarang belum bisa terpenuhi secara maksimal. “Untuk dapat memenuhi kebutuhan air tersebut salah satunya dengan membangun waduk sebagai tempat menampung air dalam jumlah yang besar. Maka kehadiran waduk di Pidie sangat diperlukan oleh para petani kita,” ungkap Ghazali Abbas. Mantan Abang Jakarta ini, menambahkan sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, disebutkan di Kabupaten Pidie akan di bangun Bendungan (Waduk) Rukoh di Kecamatan Keumala dan Bendungan (Waduk) Tiro di Kecamatan Tiro. Tentu saja kehadiran waduk itu di Pidie untukkesejahteraan rakyat Pidie juga.

“Pembangunan kedua waduk ini masih jalan ditempat dikarenakan belum tuntasnyapembebasan lahan milik warga yang terkena pembangunan kedua waduk tersebut. Kita berharap masyarakat di lokasi pembangunan waduk dan pemerintah daerah dapat menyelesaikan persoalan ini dengan arif dan bijaksana,” tegas Ghazali Abbas.

Anggota BPKK DPD RI ini mengungkapkan hal yang sama juga muncul saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Pengairan Aceh beberapa waktu yang lalu. Pihak dinas meminta agar pembebasan lahan dapat terselesaikan. Dengan demikian pembangunan waduk pun dapat segera dilaksanakan, sebab Pemerintah Pusat sudah menyediakan anggarannya. Selain itu mareka juga meminta agar Ghazali Abbas Adan dan Bupati Pidie untuk memediasinya. Ghazali Abbas Adan sangat mengharapkan Pemkab Pidie pro-aktif melakukan pendekatan dengan masyarakat yang menjadi lokasi pembangunan waduk itu, sementara pihak masyarakat juga kiranya koorperatif menerimanya.

Hal ini disebabkan jika dalam rentang waktu tertentu tidak ada kejelasan ihwal pembebasan tanah maka dikhawatirkan program nasional pembangunan waduk yang anggarannya dari APBN ini akan dialihkan ke daerah lain. “Ini sungguh sangat merugikan masyarakat Pidie, karena kita tidak dapat membayangkan kapan program pembangunan waduk yang sangat dibutuhkan masyarakat yang merupakan daerah pertanian ini akan kembali ke Pidie,” tandas Ghazali Abbas.

Sementara itu, Bupati Pidie, Roni Ahmad dalam pertemuan tersebut menjelaskan Pemkab Pidie sangat antusias dengan pembangunan kedua waduk itu. Pihaknya akan melakukan pendekatan dengan masyarakat setempat untuk menyelesaikan pembebasan tanah. Juga berharap masyarakat mendukung pembangunan kedua waduk tersebut.

Di akhir pertemuan Ghazali AbbasAdan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pidie atas upayanya mempercepat pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Rukoh di Kecamatan Keumala dan Waduk Tiro di Kecamatan Tiro.

Dengan harapan dapat selesai dalam tahun ini. “Insya Allah saya bersedia mendampingiAbusyik sebagai mediator dengan terjun langsung ke daerah tersebut. Kita berharap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional di Kab. Pidie dengan anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Pusat dapat segera terlaksana. Karena ini semua tak lain hanyalah untukkesejahteraan masyarakat Pidie juga,” pungkas Ghazali Abbas. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id