Patut Diapresiasi, Mantan Kombatan Serahkan Senpi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Patut Diapresiasi, Mantan Kombatan Serahkan Senpi

Patut Diapresiasi, Mantan Kombatan Serahkan Senpi
Foto Patut Diapresiasi, Mantan Kombatan Serahkan Senpi

Penyerahan senjata api (senpi) dari mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terus berlangsung, terutama di Aceh Barat. Kali ini, mantan anggota komando pasukan GAM Pusat, Tgk Seulimum, menyerahkan sepucuk senpi jenis SS1 ke Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma di Meulaboh, Sabtu (16/9).

Sebagaimana diberitakan Serambi Indonesia kemarin, senpi laras panjang yang masih aktif itu diserahkan bersama magasin dan 17 butir pelurunya. Penyerahan senpi ke Dandim Aceh Barat itu merupakan yang kedua kalinya dalam pekan ini. Sebelumnya, Senin 11 September 2017 mantan GAM di Aceh Barat juga menyerahkan sepucuk senpi AK-56. Sedangkan pada 14 September 2017, mantan gubernur GAM di wilayah itu menyerahkan sepucuk senpi M-16 ke Kapolres Aceh Barat.

Menariknya, penyerahan senpi-senpi bekas konflik itu seluruhnya didahului dengan upaya pendekatan khusus anggota TNI atau Polri di kasawan itu, sehingga pihak penyimpan senpi bersedia menyerahkannya secara sukarela.

Ini fenomena menarik yang patut diapresiasi tinggi. Di sisi lain, hal ini pun mengungkapkan beberapa hal penting. Pertama, kita bisa berasumsi kembali bahwa senpi sisa konflik masih lumayan banyak yang berada di tangan eks kombatan. Buktinya, dalam waktu kurang dari satu minggu, tiga senpi diserahkan oleh eks kombatan berbeda kepada TNI dan Polri,

Padahal semestinya, seluruh senpi dan amunisi GAM sudah harus diserahkan kepada Aceh Monitoring Mission (AMM) pada fase decommissioning paling lambat akhir Desember 2005.

Tapi sudahlah, tak perlu lagi kita sesalkan kenyataan itu, karena saat itu memang belum begitu kuat trust yang terbangun antara pihak GAM dengan RI. GAM masih ragu bahwa Pemerintah RI akan bersungguh-sungguh menjalankan mematuhi keseluruhan isi MoU.

Nah sekarang, perasaaan seperti itu tidak boleh ada lagi, karena kita lihat kedua pihak menunjukkan komitmen yang tinggi atas perdamaian. Begitupun, ke depan kita tak ingin perdamaian Aceh terusik apalagi terganggu oleh keberadaan senpi ilegal di tangan orang yang tak berhak.

Oleh karenanya, imbauan dan pendekatan persuasif perlu terus digencarkan oleh pihak keamanan agar para eks kombatan GAM mau secara sukarela menyerahkan senjatanya.

Apa yang mereka serahkan itu bukan saja kita hargai tinggi, tapi juga kita catat sebagai kesungguhan pihak GAM untuk memastikan bahwa perdamaian Aceh tak akan lagi terusik oleh senjata-senjata ilegal di tangan mereka yang tak berhak.

Kita juga berharap, pihak eks kombatan semakin optimis terhadap progress perdamaian, sehingga mereka sampai pada kesimpulan bahwa tanpa senjata pun toh mereka bisa hidup normal dan mencari nafkah secara halal, tanpa harus mengandalkan senjata. Semoga hal yang terakhir inilah yang mendasari tindakan mereka dalam menyerahkan senjata-senjata sisa konflik tersebut. (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id