Imuk Mulai Rawan Pencurian | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Imuk Mulai Rawan Pencurian

Foto Imuk Mulai Rawan Pencurian

BANDA ACEH – Desa Ie Masen Ulee Kareng, Banda Aceh mulai rawan kemalingan dalam beberapa hari terakhir ini. Yang terbaru, seorang pria tuna rungu dan wicara yang merupakan tukang perabot kehilangan mesin ketam dan potong, dengan kerugian sekitar Rp 4 juta.

Azmir yang ditemui Serambi pada Sabtu (26/3) siang memberi penjelasan melalui bahasa isyarat didampingi istrinya, Ainon Madriah menyatakan mesin kerjanya hilang pada Jumat (25/3) siang. Azmir menjelaskan barang diletakkan di dalam gudang saat mengantar istrinya ke Simpang Tujuh Ulee Kareng, Banda Aceh.

“Saya minta kepada pencuri barang kerja kami segera dikembalikan, karena itu menjadi mata pencarian kami sehari-hari,” ujar Ainon dengan nada sedih. Dia meminta pihak keamanan untuk menangkap pelaku yang tidak berprikemanusiaan itu.

Azmir dan Ainon merupakan lulusan sekolah luar biasa (SLB) AB-Bukesra Ulee Kareng, Banda Aceh. Keduanya membuka usaha perabotan di dekat perumahan DPRA. Sang istri juga mengalami cacat tangan, tetapi kedua anak mereka, Zaida yang masih duduk kelas II MIN dan adiknya, Zaki tidak ada kekurangan satu apapun. Bahkan, Zaida terus berhasil meraih juara I di kelasnya sejak kelas I.

Sementara, Jamaluddin, Kepala Desa Imuk mengakui telah terjadi beberapa kali pencurian di desanya. Bahkan, sebuah mesin genset milik warga juga dilaporkan hilang dicuri, selain uang tunai Rp 400 milik seorang janda miskin di rumahnya.

Jamaludin menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap setiap tamu yang datang, terutama terhadap orang-orang yang mencurigakan. Dia berharap, warga yang menjadi korban pencurian melaporkan ke Polsek Ulee Kareng, sehingga pencurinya dapat ditangkap.

Dia juga meminta warga agar tetap waspada, seperti mengunci rumah saat bepergian dan tidak meletakkan kendaraan di tempat terbuka, tetapi langsung dimasukkan ke dalam garasi atau rumah.(muh) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id