Pijay Krisis Solar, Hampir Sebulan Nelayan tak Melaut, Setiap Hari Habiskan Waktu di Tempat Ini | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pijay Krisis Solar, Hampir Sebulan Nelayan tak Melaut, Setiap Hari Habiskan Waktu di Tempat Ini

Pijay Krisis Solar, Hampir Sebulan Nelayan tak Melaut, Setiap Hari Habiskan Waktu di Tempat Ini
Foto Pijay Krisis Solar, Hampir Sebulan Nelayan tak Melaut, Setiap Hari Habiskan Waktu di Tempat Ini

SERAMBINEWS,COM, MEUREUDU – Nasib malang dialami nelayan di Pidie Jaya (Pijay). Sudah hampir sebulan mereka tak bisa melaut karena sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) solar.

Seperti yang dialami seratusan nelayan Gampong Meunasah Jurong Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, Pijay.

Akibat kelangkaan solar, hampir semua nelayan di sana menganggur.

Kalau pun ada yang melaut jumlahnya sangat terbatas dan tidak rutin setiap hari.

(Baca: Harus Antrean di SPBU dan Solar Cepat Habis, Begini Keluhan Warga)

Sejumlah nelayan Teupin Pukat kepada Serambinews,com, Minggu (17/9/2017) mengatakan, karena tak ada solar mereka menghabiskan waktu di warung-warung kopi.

Keluhan ketidaan solar antara lain disampaikan, Zulkifli, Irwan, Afrizal, Husaini Jailani dan Husaidi.

“Sudah hampir sebulan, setiap hari kami hanya duduk-duduk saja di warkop. Habis gimana lagi. Mau ke laut tidak ada solar. Sedih sekali nasib kami nelayan,” kata Zulkifli diamini sejumlah nelayan lainnya.

(Baca: Nelayan Alue Naga Minta Kuala Krueng Cut Dikeruk)

Krisis solar, lanjut Zulkifli, memang kerap dialami nelayan Pijay.

Nelayan menggunakan Bio Solar harganya lebih murah yaitu, Rp 5.150 perliter, sementara Solar Dex harganya mencapai Rp 7.300 perliter.

Melihat kebutuhan bahan bakar baik solar maupun premium atau bensin untuk nelayan, sudah sepantasnya pemerintah membangun satu unit pompa bahan bakar di wilayahnya. 

Desa Teupin Pukat mayoritas masyarakat berprofesi nelayan dan menggantungkan hidup dari hasil laut. Jumlah armada di sana sekitar 50 unit dengan kebutuhan solar rata-rata dua jeriken (80 liter) setiap hari.

(Baca: Nelayan Aceh Dipuji dalam Konferensi Internasional, Kenapa? )

Krisis solar juga diakui Abu Laot Lhok Pasi Aron Jangkabuya, Khalidin, dan Panglima Laot Pijay, Abdul Hamid Husen. Keduanya meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap masalah ini.

Direktur SPBU Meurah Dua, Dahlian yang dikonfirmasi Serambinews,com mengatakan, selama ini penjualan Bio Solar memang dibatasi karena jatah yang diberikan Pertamina kecil dibandingkan kebutuhan ril.

“Makanya, kami batasi hanya satu jerigen saja. Jika mau nambah harus beli solar dex, satu jerigen lagi. Sementara nelayan tidak mau karena mahal,” kata Dahlian. (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id