Laut Bergolak, Dua Boat Karam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Laut Bergolak, Dua Boat Karam

Laut Bergolak, Dua Boat Karam
Foto Laut Bergolak, Dua Boat Karam

BANDA ACEH – Perairan Samudera Hindia dan Selat Malaka di ujung barat dan utara Aceh sejak beberapa hari terakhir bergolak ditandai gelombang tinggi yang sangat rawan untuk pelayaran. Dalam dua hari terakhir setidaknya ada dua boat yang tenggelam, yaitu di jalur Banda Aceh-Sabang dan satu lainnya di perairan Aceh Utara.

Di perairan Banda Aceh, sebuah boat pengangkut elpiji ke Sabang tenggelam tak lama setelah berlayar meninggalkan dermaga Lampulo. Boat KM ‘Pangeran Aceh’ berkapasitas 35 gross ton (GT) itu dipawangi Muhammad Ali (53) bersama seorang ABK bernama Dedi Syahputra (41).

Boat bermuatan elpiji tersebut bergerak dari Lampulo sekitar pukul 07.00. Setelah lebih kurang dua mil berlayar tiba-tiba terjebak dengan cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi. Boat pengangkut elpiji itu diperkirakan terjebak cuaca buruk dan akhirnya tenggelam sekitar pukul 08.00 WIB.

Berbekal insting seorang pawang, Muhammad Ali secepatnya putar haluan untuk kembali ke daratan Banda Aceh. Namun, belum sempat boat bergerak sempurna, ombak besar menerjang. Boat terbalik dan tenggelam menumpahkan semua muatan termasuk pawang dan ABK-nya ke samudera yang sedang bergolak.

Muhammad Ali dan Dedi Syahputra terombang-ambing dalam amuk samudera sambil menatap boat mereka yang perlahan menghilang ditelan lautan.

Dengan perjuangan antara hidup dan mati, Muhammad Ali dan Dedi terus berenang ke arah daratan yang akhirnya terdampar di pantai Syiah Kuala berjarak sekitar dua mil dari titik kejadian.

Ketua Tim Penyelamat dari Pusdalops PB BPBD Kota Banda Aceh, Muhammad Yusuf mengatakan, kedua pria itu mencapai pantai tanpa bantuan apapun. Saat terdampar di pantai Lampulo karena kelelahan, kedua korban langsung mendapat pertolongan dari masyarakat. Seorang warga juga langsung menghubungi Kantor SAR Banda Aceh memberitahukan informasi terkait ditemukannya dua nelayan itu.

Seusai diberikan pertolongan pertama, Muhammad Ali dan Dedi langsung dibawa ke bengkel bubut Mufakat, tidak jauh dari lokasi. “Saat ditemukan kondisi dua pria ini sangat lemah karena berenang sampai dua mil,” ujar Yusuf, yang juga Dansatgas Komunikasi RAPI Kota Banda Aceh saat ditemui di bengkel bubut Mufakat.

Menurut Yusuf, sebelumnya pihak Basarnas telah menerjunkan tim sea rider untuk mencari korban. Namun kedua pria itu berhasil selamat berkat usahanya sendiri. “Hampir tiga jam mereka berenang ke daratan,” kata Yusuf.

Amatan Serambi di bengkel tersebut, Muhammad Ali tampak lebih fit. Dia justru lebih mengkhawatirkan rekannya, Dedi Syahputra yang masih terkulai lemas. Beberapa petugas dari BPBD Kota dan relawan RAPI mengurut sekujur badan Dedi yang terlihat pucat. Tak lama beristirahat, kedua pria itu lalu dijemput ambulans dari Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (P2KK) Dinkes Aceh untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Muhammad Ali tercatat sebagai warga Lamtadok, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar sedangkan Dedi Syahputra dari Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Boat membawa 200 tabung elpiji 12 kg dan 120 elpiji 3 kg. Elpiji tersebut milik PT Ratu Mulia Jaya (non public service obligation/NPSO atau non-subsidi) dan PT Gas Aneuk Meugah Sabang (public service obligation/PSO atau bersubsidi).

Boat pecah
Musibah akibat angin kencang dan gelombang tinggi juga menimpa boat yang digunakan dua nelayan Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Zainal Abidin (24) dan Maulidan (20).

Informasi yang diterima Serambi dari Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf menyebutkan, boat yang digunakan Zainal dan Maulidan dihantam badai dan ombak tinggi, Kamis (14/9) sore di perairan Seunuddon.

Zainal dan Maulidan berenang ke daratan dengan berpegang pada kepingan papan hingga akhirnya ditemukan terdampat di pantai Ulee Rubek Timu pada malam harinya sekitar pukul 21.30 WIB. “Zainal Abidin ditemukan pingsan sedangkan Maulidan juga sangat lemah,” kata Amir Yusuf.(fit/mir/jaf) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id