Petani Kopi Gayo Hasilkan Devisa Rp 5 T | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Petani Kopi Gayo Hasilkan Devisa Rp 5 T

Foto Petani Kopi Gayo Hasilkan Devisa Rp 5 T

TAKENGON – Kopi Arabica yang tumbuh di Dataran Tinggi Gayo telah mampu menghasilkan devisa sebesar Rp triliun per tahun. Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM langsung menabalkan kemampuan ekonomi rakyatnya yang bergelut dalam perkebunan kopi telah mampu melebihi kemampaun Pemkah Aceh Tengah.

“Kopi Gayo dari hasil kebun rakyat sudah mampu menghasilkan devisa sekitar Rp. 5 triliun unntuk negara per tahun,” ungkap Nasaruddin ketika membuka Rakerwil Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) ke-6 se Aceh di Takengon, Sabtu (26/3). Dia menjelaskan jumlah tersebut empat kali lebih besar dari APBK Aceh Tengah yang hanya berkisar Rp 1,25 triliun

Dia mengatakan besarnya devisa dari hasil perkebunan kopi masyarakat tidak terlepas dari penetapan Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabica Gayo Dikatakan, penetapan IG berdampak bagi importir yang menginginkan atau mencari kualitas kopi asli sesuai dengan wilayah asalnya, sehingga secara tidak langsung meningkatkan nilai tawar Kopi Arabica Gayo

Sesuai data Pemkab Aceh Tengah, Kopi Arabica Gayo sudah diekspor ke 17 negara atau di seluruh benua dengan importir terbesar, Amerika Serikat “Sejauh ini ekspor terbesar Kopi Gayo masih ke Amerika, dan secara bertahap grafik ekspor ke Uni Eropa dan Asia Pasifik juga sudah mulai meningkat,” demikian Nasaruddin.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menyinggung tentang keberadaan Danau Laut Tawar (DLT) yang bukan hanya sebagai sumber air warga Takengon, tetapi juga wilayah pesisir Aceh Utara melalui Sungai Peusangan. “Dari Danau Laut Tawar mengalir sungai Peusangan sampai ke Aceh Utara, sehingga menjadi sumber air utama di kawasan Aceh Utara dan Lhokseumawe,” jelasnya.

Dia menegaskan, menjadi kewajiban bersama untuk menjaga hulu Danau Laut Tawar tetap lestari. Dikatakan, jika tidak dijaga, maka bukan hanya masyarakat wilayah tengah Aceh yang rugi, tapi juga masyarakat Aceh di pesisir utara terkena dampaknya “Maka kami disini, salah satu tugas menjaga agar danau tetap ada airnya,” tandasnya.(muh/rel) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id