Gugatan Kautsar dan Tiyong Dianggap Lemah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gugatan Kautsar dan Tiyong Dianggap Lemah

Gugatan Kautsar dan Tiyong Dianggap Lemah
Foto Gugatan Kautsar dan Tiyong Dianggap Lemah

PARA akademisi di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh menilai gugatan uji materi atau judicial review UU Pemilu yang diajukan oleh dua anggota DPRA, Kautsar dan Samsul Bahri alias Tiyong, lemah. Mereka menyarankan Kautsar dan Tiyong untuk memperkuat argumentatif dalam perkara yang telah diajukan tersebut.

Hal itu mencuat dalam acara bedah kasus tentang uji konstitusionalitas UU Pemilu (studi kasus atas pencabutan Pasal 57 dan Pasal 60 UUPA) yang digelar Fakultas Hukum Unsyiah melalui Laboratorium Klinis Hukum bekerja sama dengan Pusat Studi IlmuPemerintahan (PSIP) Unsyiah, Jumat (15/9)

“Argumentasi hukumnya harus diperkuat, harus dijelaskan dimana kerugian pribadi, konstitusionalnya. Mungkin Pak Kautsar harus mendalami lagi, ini haknya sebagai anggota DPRA. Wewenang itu melekat padanya, karena dua pasal UUPA yang dicabut akibat UU Pemilu itu berkaitan dengan hak dan wewenang DPRA, terkait KIP,” kata Prof Dr Faisal A Rany SH MHum, salah satu penelis dalam acara bedah kasus tersebut.

Jika legal standingnya kuat dan masuk akal, menurutnya, tidak ada alasan bagi MK untuk tidak menerima dan melanjutkan perkara yang diajukan tersebut. “Hukum itu kan argumentatif, masuk akal. Tidak mesti anggota DPRA, barangkali orang lain yang punya argumentasi kuat soal itu juga bisa, yang penting ada fakta dan hukum tentang apa yang dirugikan akibat pencabutan dua pasal itu,” jelas dia.

Sementara itu, panelis lainnya, Zainal Abidin SH MSi MH menyarankan kuasa hukum pemohon agar selain mengajukan uji materiil, juga bersamaan mengajukan uji formiil kepada MK terkait itu. Saran yang sama juga disampaikan oleh Sufyan SH MH, yang juga panelis dalam bedah kasus tersebut.(dan) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id