Peredaran Makanan Diperketat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Peredaran Makanan Diperketat

Peredaran Makanan Diperketat
Foto Peredaran Makanan Diperketat

* Aceh Tengah Kerjasama dengan BBPOM Aceh

TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mulai memperketat peredaran makanan, termasuk obat-obatan di pasaran. Hal itu tertuang dalam bentuk kesepakatan kerjasama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh di Banda Aceh pada Rabu (13/9) yang ditandatangani oleh Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM dan Kepala BBPOM Aceh, Zulkifli.

Kebijakan tersebut untuk mencegah peredaran obat, terutama makanan yang sudah kadaluwarsa atau juga mengandung formalin atau boraks, sehingga dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Apalagi, beberapa waktu lalu ditemukan bakso berbahan celeng atau babi.

“Kami meminta BBPOM untuk mengawasi makanan dan minuman yang beredar di tengah-tengah masyarakat,” kara Bupati Nasaruddin, seperti dirilis kembali ke Serambi, Jumat (15/9). Dia menjelaskan sisi halal dan kesehatan harus menjadi perhatian semua pihak, terutama para pedagang, sehingga konsumen tidak dirugikan.

“Kami meminta pedagang tidak menjual makanan yang mengandung boraks, formalin atau juga berbahan tidak halal,” tegasnya. Dikatakan, pengawasan terhadap makanan dan minuman harus dilakukan secara berkelanjutan dan jika ditemukan pedagang yang membandel, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Untuk mencegah beredarnya makanan dan minuman tidak halal ataupun mengandung bahan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan, maka harus ada pengawasan dengan ketat,” ujarnya. Bupati Nasaruddin mengakui pengawasan makanan dan obat dari BBPOM Aceh sudah pernah dilakukan di daerah ini, tetapi seharusnya secara rutin.

Dia mengatakan agar intensitas serta jangkauan dapat dilakukan lebih luas, maka diperlukan transfer teknologi dan peningkatan kemampuan aparatur daerah. “Kami juga mengharapkan BBPOM agar dapat membantu meningkatkan sumberdaya apararur daerah ini, sehingga akan memiliki kemampuan untuk melakukan uji laboratorium terhadap makanan dan minuman,” jelasnya.

Sedangkan Kepala BBPOM Aceh, Zulkifli merespon positif keinginan Pemkab Aceh Tengah untuk memperketat pengawasan peredaran obat dan makanan. Dikatakan, dirinya bersama pejabat BBPOM lainnya akan melakukan pertemuan kembali dengan pemangku kepentingan, terutama terkait pengawasan makanan dan obat.

“Pekan, kami akan ke Aceh Tengah untuk bertemu dengan para pemangku kepentingan, sehingga pengawasan makanan dan minuman di pasaran akan lebih efektif,” ujarnya. Disebutkan, kunjungan tersebut nantinya juga akan ditindaklanjuti dengan memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan dalam melakukan uji makanan dan minuman yang memenuhi unsur halal dan sehat.

“BB POM Aceh selalu terbuka untuk bekerjasama, dan kami senang ada pemerintah kabupaten yang punya komitmen seperti Aceh Tengah ini,” pungkasnya.

Dilansir sebelumnya, bahan bakso yang mengandung daging babi disebut-sebut dipasok dari luar Aceh. Ahmad Sarkawi (AS), pemilik penggilingan bakso mengandung daging babi, warga Blang Kolak II, Takengon telah ditahan di Mapolres dengan status tersangka sejak Selasa (28/2/2017).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolres Aceh Tengah, AKBP Eko Wahyudi didampingi Wakapolres Warosidi dan Kasat Reskrim, AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang dalam acara Coffee Morning bersama sejumlah wartawan, di Takengon, Rabu (1/3/2017) pagi.

“Kami sudah memeriksa empat saksi terkait dengan masalah ini dan dari mana dipasok daging babi, juga akan ditelusuri,” ujar Eko Wahyudi. Dia menjelaskan pihak kepolisian akan mengembangkan kasus ini dan sampai sejauh ini, daging-daging tersebut jelas dipasok dari luar Aceh, berdasarkan keterangan empat saksi dan tersangka.

Sedangkan indikasi adanya bahan baku bakso daging babi ditemukan oleh Balai Veteriner Medan di Takengon setelah melakukan pengujian surveilans/monitoring cemaran mikroba pada 29 November sampai 2 Desember 2016 lalu. Berdasarkan hasil pengujian bakso milik AS, maka dinyatakan positif BBCPCR atau Spesies Babi Polymerase Chain Reaction (PCR) Konvensional.(my)

pengawasan makanan
* BBPOM Aceh terus dilibatkan
* Petugas daerah juga akan dilatih
* Uji lab makanan dan obat
* Dilakukan secara berkelanjutan
* Pelanggar akan ditindak (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id