Gajah Liar Kembali Mengamuk | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gajah Liar Kembali Mengamuk

Gajah Liar Kembali Mengamuk
Foto Gajah Liar Kembali Mengamuk

BIREUEN – Aksi gajah liar di kawasan Desa Sarah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen semakin meresahkan warga. Amukan gajah liar dalam dua hari terakhir pada Rabu (13/9) dan Kamis (14/9), mengakibatkan kebun warga yang ditanami pohon pinang, sawit, pisang, dan tamanan lainnya, rusak. “Kebun kami sudah banyak yang dirusak dimakan gajah. Warga semakin ketakutan dan tidak berani ke kebun lagi,” ujar M Yusuf, warga setempat kepada Serambi, Kamis (14/9) malam.

Disebutkan, aksi gajah liar sudah terjadi sejak lebaran Idul Adha, kemudian reda dua hari dan muncul lagi. Kemarin, sebutnya, ada empat ekor gajah liar yang kembali merusak tanaman di kawasan perkebunan yang berjarak sekitar 4 Km dengan pemukiman warga tersebut. “Aksi gajah liar ini membuat warga desa tidak berani memetik hasil kebun mereka, baik pisang maupun hasil lainnya, sehingga penghasilan dari kebun tidak bisa diharapkan lagi,” ungkapnya.

Masyarakat mengharapkan ada tim dari dinas terkait untuk segera mengusir gajah liar yang terus berada di sana. Sepengetahuan warga, jumlah gajah liar yang sering berada di kawasan itu mencapai belasan ekor, dengan tiga atau empat ekor kerap turun ke kebun mereka.

Kepala Kantor Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan Jeumpa, Jauhari melalui Nawawi, anggota Polisi Hutan (Polhut) Bireuen, kepada Serambi, Jumat (15/9), mengatakan, sampai saat ini mereka belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait aksi ajah liar itu. Namun, dia mengakui mengetahui kalau ada sejumlah gajah liar yang merusak tanaman warga dalam dua hari terakhir.

Terhadap kejadian tersebut, kata Nawawi, pihaknya segera melakukan kordinasi dengan BKSDA Banda Aceh. Disebutkan, pihaknya menunggu laporan resmi dari perangkat desa serta camat untuk segera ditindaklanjuti. “Walaupun belum ada laporan resmi, masalah aksi gajah liar segera kita beritahukan ke Banda Aceh,” ujarnya.

Menurut Nawawi, gajah liar memang sering berada di kawasan itu karena dekat dengan hutan belantara. “Beberapa ekor di antaranya sejak lama sering terlihat di kawasan hutan belantara karena daerah tersebut merupakan area mereka,” tukasnya.(yus) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id