Perlu Penanganan Menyeluruh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Perlu Penanganan Menyeluruh

Perlu Penanganan Menyeluruh
Foto Perlu Penanganan Menyeluruh

KONFLIK satwa khususnya gajah dan manusia di kawasan Desa Sarah Sirong, Jeumpa dan beberapa desa lainnya di pedalaman Peudada, Bireuen terus terjadi apabila tiga kabupaten meliputi Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, serta Pemerintah Aceh, tidak turun tangan. Hal itu disampaikan Ketua Forum DAS Krueng Peusangan, Suhaimi kepada Serambi, Jumat (15/9), terkait aksi gajah liar di Sarah Sirong tersebut.

Menurut hasil penelitian timnya, ujar Suhaimi, jumlah gajah liar yang berada di kawasan hutan Bireuen yang berbatasan dengan Bener Meriah dan Aceh Tengah, mencapai 50 ekor lebih, di mana beberapa di antaranya sering turun ke perkampungan warga. “Minggu ini turun di Sarah Sirong, kemudian diusir, minggu depan muncul di Pantanlah atau di pedalaman Peudada. Bila tidak tertangani dengan maksimal, aksi gajah liar akan muncul setiap saat,” ulasya.

Langkah yang perlu dilakukan tiga kabupaten dan BKSDA adalah menetapkan kawasan hutan rakyat (Tahura) yang tidak boleh ditebang sebagai area hilir mudik gajah. “Saat ini memang sudah ada CRU atau terminal gajah, tapi tidak maksimal,” ucapnya.

Disebutkan Suhaimi, kawasan areal hutan tempat gajah mencari makan ada sekitar 280 hektar dan luas tersebut semakin berkurang, sehingga gajah liar kehilangan tempat perlindungan. “Bahkan ada rute gajah yang sudah menjadi kebun,” ujarnya.

Pemkab Bireuen, Bener Meriah, maupun Aceh Tengah harus saling koordinasi untuk melakukan pemetaan kawasan hutan yang tidak boleh ditebang lagi, sehingga keberadaan gajah liar di sana tidak terganggu.(yus) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id