Hujan 30 Menit, Jalan Pusat Kota Tergenang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hujan 30 Menit, Jalan Pusat Kota Tergenang

Hujan 30 Menit, Jalan Pusat Kota Tergenang
Foto Hujan 30 Menit, Jalan Pusat Kota Tergenang

LHOKOSEUMAWE – Sejumlah jalan utama di pusat Kota Lhokseumawe, Jumat (15/9) pagi, tergenang akibat diguyur hujan lebat sekitar 30 menit. Kondisi tersebut memang selalu terjadi saat Kota Lhokseumawe diguyur hujan lebat. Sehingga dinilai ini merupakan ‘PR’ lama dari Pemko yang belum tertangani sampai sekarang.

Pantauan Serambi, usai hujan sekitar setengah jam, sejumlah titik di Jalan Perdagangan yang merupakan jalan utama pusat kota tergenang air, sehingga sangat menyulitkan para pengguna jalan. Di samping itu, genangan air juga terlihat di sejumlah jalan utama lainnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawawe, Mukhlis Azhar, menyebutkan hal ini memang sudah terjadi puluhan tahun lalu. Sehingga beberapa tahun lalu, dibangun Waduk Pusong dan drainase penghubungnya yang tujuan pokok untuk menampung air dari pusat kota. Namun, sampai sekarang kondisi belum juga berubah.

“Kita perkirakan adanya kesalahan dalam hal pembangunan drainase penghubung ke waduk. Di mana kota sudah terendam, air belum masuk ke waduk, menunjukkan drainase dibangun lebih tinggi dari posisi waduk, maka air tak bisa mengalir ke waduk,” ujarnya.

Di samping itu, tidak tertutup kemungkinan, banyak saluran yang sudah tersumbat. Karena itu dia meminta Pemko untuk segera menyelesaikan persoalan lama ini agar tidak terus berlarut tanpa ada solusi nyata.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lhokseumawe, Dedi Irfansyah menjelaskankan, kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, di antaranya sendimen di dalam saluran sudah banyak, sehingga daya tampung air semakin kecil dan lubang pembuang air dari badan jalan ke saluran banyak yang tertutup. Di samping itu, memang perlunya  saluran tambahan yang menuju waduk.

Khusus saluran tambahan, menurutnya, pada tahun ini akan dibangun saluran baru dari Jalan Perdagangan melalui pasar loak hingga ke waduk dengan menggunakan dana APBA. Sedangkan masalah sendimen, Pemko telah mengajukan surat permohonan mobil penyedot sendimen pada Kementerian Lingkungan Hidup. “Jadi kita prediksi, saat sendimen tersedot dan rampungnya saluran dari pasar loak, maka persoalan ini akan tuntas,” demikian Dedi.(bah) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id