Memandang Jabatan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Memandang Jabatan

Memandang Jabatan
Foto Memandang Jabatan

Oleh: Jarjani Usman

“Sungguh kalian berhasrat menjadi pemimpin. Dan jabatan adalah sebuah
penyesalan di hari kiamat. Terasa nikmat manakala menyusui (ketika
jadi pejabat) dan terasa buruk bila telah dilepas” (HR. al-Bukhari).

Tidak jarang kita salah dalam memandang jabatan, sehingga melahirkan
perilaku-perilaku yang salah pula saat menjabatnya. Jabatan kerap
dipandang sebagai prestasi terbesar yang mampu diraih akibat kemampuan
diri yang hebat, sehingga merasa pantas melakukan perbuatan yang
melewati batas.

Di saat menjabat, korupsi dan penyelewengan, misalnya, sebahagian
orang menjadi semakin leluasa dilakukan, apalagi di saat demikian agak
mudah “menutup mulut” penegak hukum dengan hadiah-hadiah mahal. Kapan
lagi bisa kaya kalau bukan saat menjabat, istilahnya. Singkatnya,
jabatan menjadi saat memperkaya diri dengan dosa.

Padahal sesungguhnya jabatan bisa menjadi saat memperkaya diri dengan
pahala. Dengan jabatan, kita memiliki kekuasaan untuk menggagas dan
melaksanakan kebaikan besar dan menyuruh orang lain melakukan hal yang
sama. Apalagi kebaikan yang dilakukan oleh seorang pejabat tinggi
terjangkau luas dan menguntungkan banyak lapisan masyarakat. Ribuan
dan bahkan jutaan orang bisa merasakan manfaatnya hanya karena satu
suara kebaikan seorang pejabat. Ini hanya dilakukan oleh orang yang
memandang jabatan sebagai amanah.

Namun hal ini tak mudah dilakukan oleh orang yang mabuk jabatan.
Seakan jabatan tak pernah habis dan yang memegang jabatan tak pernah
mati. Apa artinya harta korupsi berlimpah saat sakratul maut datang? (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id