Infografis | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Infografis

Infografis
Foto Infografis

Oleh Hamrizal Hamid

AKHIR-AKHIR ini, infografis atau informasi grafis kerap kali kita temui di dunia maya. Baik dalam bentuk gambar maupun dalam bentuk video. Ia menyajikan informasi dalam bentuk teks dan grafis dengan desain yang eye-catching. Meublet-blet mata kalau kita melihatnya.

Meskipun tidak semua infografis yang beredar di dunia maya tampil menawan, tetapi sebagian didesain dengan baik. Informasi disajikan dengan cara yang kreatif dan sederhana, tetapi mudah dimengerti. Itulah mengapa infografis sekarang lebih dihargai dari sebelumnya.

Apa itu infografis?
Infografis sudah ada sejak zaman kuda gigit jari –katakanlah sejak William Playfair (1759-1823) menemukan diagram pie (pie chart) biar modern sedikit. Cakupannya juga bisa seluas samudera Hindia. Mulai dari rambu-rambu jalur evakuasi tsunami yang biasa kita lihat di lorong-lorong kampung di Banda Aceh, sampai grafik-grafik yang bergerak naik turun di pasar saham Wall Street.

Infografis dibuat untuk membantu memecahkan informasi yang rumit menjadi potongan-potongan yang mudah dipahami oleh khalayak. Sejak zaman dulu, otak manusia sudah terbiasa dengan sajian informasi dalam bentuk visual. Angka, teks, simbol, ikon, diagram, grafik, tabel, dan panah adalah contoh elemen visual yang sering digunakan untuk mengomunikasikan informasi.

Infografis terus berkembang seiring berkembangnya teknologi. Ketika komputer Desktop Publishing muncul di era 1980-an, beberapa buku manual, jurnal ilmiah, laporan tahunan yang mengandung diagram, grafik, dan tabel didesain dan dicetak secara digital. Sejak itu, infografis mulai dibuat secara digital. Kita tentu masih ingat di tahun 90-an Microsoft menyediakan banyak template pada segerombolan program Microsoft Office-nya untuk memudahkan pengguna membuat infografis. Sampai sekarang masih kita temui template yang demikian.

Kalau mengacu pada apa yang kita lihat di dunia maya, maka infografis dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: Pertama, Infografis Statis. Infografis yang berbentuk ilustrasi dan gambar yang mengandung informasi, data dan statistik dan didesain berdasarkan kaidah-kaidah desain grafis. Baik itu dalam bentuk cetak maupun dalam format digital. Dalam versi digital kita dapat menjumpainya di website Humas Pemerintah Aceh, Pemko Banda Aceh, dan Pemkab Aceh Timur. Satu infografis yang didesain secara profesional adalah infografis Trans-Kutaraja.

Kedua, Infografis Animasi atau Video Infografis. Kelahirannya tidak lepas dari motion grafis dan diproduksi dengan menggunakan kaidah-kaidah motion grafis. Ada proses praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Sama seperti infografis statis, versi animasi menyajikan informasi, data dan statistik. Kelebihannya adalah video infografis memiliki dimensi gerak dan trek audio, yang memungkinkan ditambahkan musik, suara dan efek suara.

Bappeda Aceh pernah pernah meluncurkan video infografis bertajuk “E-Rencana untuk Pembangunan Aceh yang Lebih Baik” yang didanai oleh Logica2 (Australian Aid). Infografis ini diproduksi oleh JMC IT Consultant Yogyakarta pada 2014. Sayangnya, belum ada perusahaan Aceh yang bergerak secara profesional dalam pembuatan video infografis. Padahal bisnis ini sedang booming dan akan terus ada pada tahun-tahun yang akan datang.

Ketiga, Infografis Interaktif. Jenis ini berbasis web dan menggunakan antar-muka (user interface) untuk mengakses informasi. Informasi ditempatkan dalam halaman-halaman (layer) dan mengaksesnya dengan menyentuh tombol (button), atau apapun yang di-link sebagai tombol, agar halaman yang berisi informasi yang diinginkan tampil ke depan. Jadi informasi disajikan sesuai dengan pilihan khalayak. Contohnya, infografis yang ditampilkan pada website, sosial media, dan perangkat digital signage di Kantor Wali Kota Banda Aceh.

Di zaman teknologi informasi sekarang ini, media informasi ada di mana-mana di sekitar kehidupan kita. Kita dihadapkan dengan buku, koran, majalah, papan pengumuman, baliho, HP, Radio, TV, layar LED, dan sebagainya. Di tengah-tengah banyaknya informasi, sementara aktivitas manusia semakin hari semakin padat, tidak ada waktu untuk memperhatikan informasi yang tidak menarik dan cilet-cilet.

Oleh karena itu, kreativitas seorang desainer infografis sangat diperlukan untuk merancang visualisasi informasi semenarik dan sesingkat mungkin. Ibaratnya, perancang infografis harus mampu meringkas dukumen 20 halaman menjadi 1 halaman, meringkas video dukumentasi durasi 1 jam menjadi durasi 1 menit. Desain infografis harus ringkas, menarik, dan mudah dipahami. Dengan demikian infografis akan mampu menarik perhatian khalayak.

Manfaat infografis
Infografis digunakan di berbagai bidang: pemerintahan, pendidikan, pariwisata, teknik, riset, dan sebagainya. Di perusahaan-perusahaan besar, infografis digunakan di semua level manajemen. Karena jumlah data yang dikumpulkan di perusahaan terus meningkat, infografis digunakan untuk membantu memahami dengan cepat informasi yang terdapat dalam data tersebut.

Dalam bisnis pelayanan kesehatan, terutama rumah sakit, berkomunikasi dengan khalayak yang berbeda adalah keharusan. Pasien, pengunjung dan karyawan semuanya memiliki kepentingan dan kebutuhan yang berbeda. Sering kali kegaduhan yang terjadi di rumah sakit disebabkan misinformasi. Kalau informasi bisa dikelola dengan baik, mungkin rumah sakit tidak akan berubah menjadi pasar tradisional.

Infografis animasi bisa menjadi pilihan untuk menjangkau setiap kelompok karena dapat menyajikan informasi dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti. Bisa ditambah audio untuk memperkuat informasi. Tips kesehatan, info dokter, info pasien, info nutrisi, prosedur keselamatan, prosedur asuransi adalah contoh informasi yang bisa divisualisasi.

Infografis tidak hanya menyajikan informasi organisasi atau lembaga, tetapi juga bisa menyajikan informasi individu. Kalau kita perhatikan beberapa infografis personal di youtube, misalnya, terkesan sekali dibuat sangat profesional. Informasi personal yang dikemas dengan baik adalah satu strategi membangun citra diri (personal brand).

Memasuki dunia kerja hari ini dibutuhkan lebih dari sekadar curiculum vitae standar. Di tengah pasar kerja yang sangat kompetitif, sebuah resume tidak hanya berisi seabrek keahlian dan pengalaman kerja. Tetapi juga perlu tampil beda dengan kemasan yang didesain semenarik mungkin. Memanfaatkan infografis yang didesain secara kreatif adalah satu strategi memandu khalayak sasaran untuk menghargai informasi tentang diri kita.

Di zaman teknologi informasi sekarang ini, sangat naif untuk mengabaikan informasi. Sementara orang-orang berusaha keras mengemas informasi untuk mempengaruhi opini publik dengan berita-berita hoax. Tetapi pada saat kita berkunjung ke pameran-pameran pembangunan kita dihadapkan dengan informasi yang membingungkan. Informasi dikemas seadanya dan bertele-tele tanpa memperhitungkan kebutuhan pengunjung. Kita tahu event pameran adalah ajang untuk berbagi informasi yang harus membayar mahal untuk bisa tampil. Dan akan lebih mahal lagi kalau informasinya dikemas cilet-cilet. Nah!

Hamrizal Hamid, peminat industri kreatif digital, alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Email: [email protected] (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id