Warga Kulee Tutup Jalan Menuju Lokasi Pabrik Semen, Ini Tuntutannya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Kulee Tutup Jalan Menuju Lokasi Pabrik Semen, Ini Tuntutannya

Warga Kulee Tutup Jalan Menuju Lokasi Pabrik Semen, Ini Tuntutannya
Foto Warga Kulee Tutup Jalan Menuju Lokasi Pabrik Semen, Ini Tuntutannya

URI.co.id, SIGLI – Warga Gampong Kulee, Kecamatan Batee, Pidie, Sabtu (16/9/2017) sekitar pukul 08.00 WIB, menutup akses jalan menuju lokasi pembangunan pabrik semen di Kecamatan Muara Tiga (Laweung).

Warga menutup jalan karena lahan seluas 250 hektare di lokasi pabrik belum dibayar.

Amatan URI.co.id, kemarin, blokir jalan itu dilakukan warga di depan Meunasah Kulee.

Pengguna jalan yang melintasi jalan itu terpaksa harus kembali ekses jalan ditutup. Aparat kepolisian dari Polres Pidie masih tetap berjaga di lokasi blokir jalan tersebut.

Hingga pukul 12.00 WIB, pemblokiran jalan masih berlangsung.

Baca: Sengketa Warga dengan Pabrik Semen Laweung Diselesaikan dengan Kerahiman

Mantan Keuchik Kulee, Muhammad Salabi (58) kepada URI.co.id, Sabtu (16/9/2017) mengatakan, pemblokiran jalan tersebut, menyusul tuntutan warga terhadap lahan milik warga Kulee seluas 250 hektare di lokasi pembangunan pabrik semen belum dibayar PT Samana Citra Agung.

Sehingga warga menutup akses jalan untuk menghindari, agar tidak terjadinya anarkis warga terhadap pekerja yang melintasi jalan tersebut.

“Kami mendukung pabrik semen dibangun, tapi diselesaikan dulu tanah kami. Kalau tanah kami tidak dibayar kami tidak bersedia membuka jalan,” kata Muhammad Salabi.

Keuchik Kulee, Mahdi, kepada URI.co.id, kemarin, mengatakan, pihaknya meminta Pemkab Pidie untuk menyelesaikan masalah lahan milik warga Kulee. Sehingga persoalan itu tidak berlarut-larut.

“Jumlah warga Kulee 2.000 lebih dengan 500 kepala keluarga (KK),” kata Mahdi.

Baca: BREAKING NEWS: Pemkab Pidie dan Pabrik Semen Bahas Tanah Ulayat Mukim Tungkop

Waka Polres Pidie, Kompol Tirta Nur Alam SE, kepada URI.co.id, mengatakan, Polres Pidie telah menyiapkan personelnya di Polsek Batee. Polisi melakukan tindakan secara persuasif.

“Kita memberikan ruang kepada warga untuk menyampaikan hak mereka,” kata Kompol Tirta yang ditemui URI.co.id di Kulee, Sabtu (16/9/2017). (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id