Dana Bantuan Parpol Lukai Hati Rakyat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dana Bantuan Parpol Lukai Hati Rakyat

Dana Bantuan Parpol Lukai Hati Rakyat
Foto Dana Bantuan Parpol Lukai Hati Rakyat

Dalam perubahan anggaran 2017, Gubernur Irwandi Yusuf mengusulkan tambahan dana bantuan pendidikan untuk 103.148 anak yatim, yatim piatu, dan fakir miskin senilai Rp 61 miliar lebih, sehingga setiap anak nantinya mendapat jatah tambahan Rp 600.000.

Setiap anak yatim nantinya menerima dana bantuan pendidikan Rp 2,4 juta/tahun, sedangkan sebelumnya hanya Rp 1,8 juta/tahun.

“Dana tambahan itu akan disalurkan kepada penerimanya setelah DPRA mengesahkan Qanun tentang RAPBA Perubahan 2017 pada akhir bulan ini,” kata Irwandi.

Penambahan dana bantuan pendidikan itu, selain untuk membantu baiaya pendidikan bagi anak yatim, yatim piatu, dan fakir miskin, juga bagian dari penyelesaian masalah pendidikan.

Ketua DPRA, Tgk Muharuddin SSosI melihat, apa yang dilakukan eksekutif sebagai langkah yang cerdas dalam mengatasai kesenjangan penyerapan anggaran yang terjadi sampai bulan ini yang baru mencapai 41,7 persen dari target bulan ini 65 persen. Berarti, terjadi minus 23,3 persen. Sedangkan realisasi fisik baru 45 persen dari targetnya 70 persen. Berarti, minus 25 persen. Padahal, sisa masa kerjanya tinggal tiga bulan lagi.

Menurut Muharuddin, bila Gubernur tidak mengusulkan perubahan belanja pada tahun anggaran 2017 ini, maka pada akhir tahun nanti akan terjadi sisa anggaran pembangunan yang tidak terealisir sangat besar dan itu sangat merugikan rakyat.

Dari pos anggaran dana hibah dan bansos saja, menurut perhitungan sementara DPRA nilainya mencapai Rp 800 miliar lebih dari pagu sebelumnya Rp 1 triliun lebih. “Jadi, rakyat akan menilai Pemerintah Aceh yang baru tidak cepat tanggap dalam mengatasi kondisi sosial masyarakat yang terjadi pascaserah terima dengan pemerintah yang lama.”

Kita mengapresiasi penambahan dana bantuan pendidikan bagi sekitar 103.000 anak yatim/piyatu/miskin itu. Tapi, kita juga melihat, jumlah anak yang patut mendapat bantuan masih jauh lebih banyak dari itu. Karenanya, pemerintah harus memperhatikan mereka yang selama ini belum tersentuh bantuan.

Kemudian, perhatian kepada mereka jangan cuma terkait pendidikan, tapi harus komprehensif sehingga memberi dampak bagi pemenuhan kebutuhan mereka. Atensi kepada anak-anak yang secara ekonomi kurang beruntung itu harus diberikan dalam bidang pendidikannya, kesehatannya, hak sosial, dan juga agamanya.

Selama ini, banyak anak-anak tak mampu itu yang belum terjangkau bantuan-bantuan dari pemerintah. Bisa karena faktor keterpencilan atau karena kekurangan informasi.

Pada intinya, bantuan terhadap anak-anak dimaksud, baik dari pemerintah maupun masyarakat, harus memerhatikan hak dasar anak dan perlindungan khusus. Hak dasar itu meliputi hak pendidikan, sosial, sipil, agama, dan pengasuhan. Nah?! (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id