Honorer Siap tak Dibayar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Honorer Siap tak Dibayar

  • Reporter:
  • Sabtu, September 16, 2017
Honorer Siap tak Dibayar
Foto Honorer Siap tak Dibayar

* Untuk Tiga Bulan Setelah Berakhir Kontrak

BLANGPIDIE – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang akan merumahkan 3.120 pegawai non-PNS atau tenaga honor dan kontrak pada Oktober mendatang menimbulkan keresahan.

Sebagian honorer atau tenaga kontrak yang terancam akan diputuskan kontrak menyatakan mereka siap mengabdi tanpa dibayar honor selama tiga bulan, Oktober-Desember 2017. Terutama mereka yang bekerja sebagai bidan, perawat termasuk tenaga kebersihan dan sopir di Rumah Sakit Umum Daerah TeungkuPeukan (RSUD TP) dan Puskesmas.

Khusus untuk RSUD TP tercatat ada sekitar 395 tenaga honorer, terdiri atas perawat, bidan, dokter umum, cleaning service (tenaga kebersihan) serta sopir ambulans. “Kami siap mengabdi tanpa dibayar honor selama tiga bulan atau sampai Desember mendatang,” kata seorang tenaga perawat di RSUD-TP kepada Serambi, Jumat (15/9). Pernyataan yang sama juga datang dari tenaga medis honorer atau kontrak di Puskesmas Babahrot.

Di Puskesmas ini tercatat ada sekitar 19 tenaga honorer, sementara di Abdya terdapat 13 Puskesmas. Setiap Puskesmas terdapat belasan tenaga honorer. Meskipun siap bekerja tanpa dibayar honor selama tiga bulan, namun tenaga medis yang bekerja di RSUD TP dan Puskesmas di Abdya tetap berharap bisa mengabdi tanpa diputuskan kontrak.

Seperti diberitakan, Pemkab Abdya pada Oktober mendatang akan merumahkan 3.120 tenaga kontrak atau honorer yang bekerja di sejumlah instansi. Kondisi ini terjadi akibat Pemkab Abdya sewaktu dipimpin Jufri Hasanuddin hanya menyediakan anggaran honor selama sembilan bulan, yaitu Januari sampai September 2017.

Bupati Abdya Akmal Ibrahim kepada Serambi mengaku sedih karena tidak bisa mengusulkan honor atau gaji untuk tenaga honorer pada APBK Perubahan 2017. Sebab, anggaran untuk itu tidak tersedia lagi.

“Setelah dipotong utang sebesar Rp 27 miliar akibat kebijakan pemerintah sebelumnya, sisa anggaran pada APBK Perubahan hanya sekitar Rp 12 miliar,” kata Akmal. Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat Pemkab Abdya kembali akan menyeleksi ulang para tenaga kontrak/honorer yang akan dibutuhkan pada 2018.

Tergantung Pilihan Honorer
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya Thamrin ketika dikonfirmasi Serambi, Jumat (15/9) menjelaskan honor untuk 3.120 pegawai non-PNS yang bekerja di berbagai instansi pemerintah setempat tahun 2017 hanya tersedia gaji selama sembilan bulan, Januari sampai September. Sedangkan gaji bagi ribuan tenaga honorer tidak bisa diusulkan dalam APBK Perubahan 2017 karena tidak ada anggaran.

“Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2017 saja dipotong sekitar Rp 8 miliar, dari semula Rp 459 miliar menjadi Rp 451 miliar,” katanya. Kemudian utang DAK (Dana Alokasi Khusus) mencapai Rp 27 miliar. Artinya, kata Sekda Abdya gaji tenaga honorer tidak tersedia lagi sejak bulan Oktober sampai Desember 2017.

“Kalau mereka tetap bertahan atau terus bekerja berarti harus menerima konsekuensinya tidak digaji. Jadi tergantung bagaimana pilihan tenaga honorer itu sendiri,” katanya. Tapi khusus honorer tenaga medis yang mengabdi di rumah sakit tetap mendapat jasa pelayanan medis sebagaimana yang diterima selama ini.(nun) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id