Ketua DPRA: Itu Tindakan Cerdas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ketua DPRA: Itu Tindakan Cerdas

Ketua DPRA: Itu Tindakan Cerdas
Foto Ketua DPRA: Itu Tindakan Cerdas

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin SSosI yang dimintai tanggapannya tentang usulan perubahan belanja APBA 2017 yang diajukan Gubernur Irwandi Yusuf mengatakan, itu merupakan langkah yang tepat dan cerdas yang dilakukan Pemerintah Aceh dalam mengatasai kesenjangan penyerapan anggaran yang terjadi sampai bulan ini.

Daya serap keuangan APBA 2017, kata Muharuddin kepada Serambi di Banda Aceh kemarin, baru mencapai 41,7 persen dari target bulan ini 65 persen. Berarti, terjadi minus 23,3 persen. Sedangkan realisasi fisik baru 45 persen dari targetnya 70 persen. Berarti, minus 25 persen. Sedangkan sisa masa kerjanya tinggal tiga bulan lagi.

Muharuddin menyatakan, jika Gubernur Irwandi tidak mengusulkan perubahan belanja pada tahun anggaran 2017 ini, maka pada akhir tahun nanti akan terjadi sisa anggaran pembangunan yang tidak terealisir sangat besar dan itu sangat merugikan rakyat.

Dari pos anggaran dana hibah dan bansos saja, sebut Muharuddin, menurut perhitungan sementara DPRA nilainya mencapai Rp 800 miliar lebih dari pagu sebelumnya Rp 1 triliun lebih.

Kedua, rakyat akan menilai Pemerintah Aceh yang baru tidak cepat tanggap dalam mengatasi kondisi sosial masyarakat yang terjadi pascaserah terima dengan pemerintah yang lama.

Total usulan belanja dan pendapatan dalam perubahan anggaran ini, kata Muharuddin, tidak begitu besar dan pembiayaannya sudah diperhitungkan. Sebelum usulan perubahan total pendapatan ditargetkan Rp 14,291 triliun, setelah usulan perubahan pendapatannya bertambah jadi Rp 14,448 triliun, bertambah Rp 156,961 miliar.

Sementara belanjanya sebelum usulan perubahan Rp 14,733 triliun, setelah usulan belanja perubahan, anggarannya menjadi Rp 14,911 triliun, naik Rp 177,9 miliar. Kenaikan tambahan belanja itu telah disampaikan Gubernur dan TAPA dari tambahan dana DAU Rp 130 miliar, DAK Rp 18,591 miliar, dari Silpa Rp 8,5 miliar, dan tambahan penerimaan yang sah lainnya.

Jadi, jika pada akhir tahun nanti, realisasi anggarannya mencapai 100 persen, berarti keuangan Pemerintah Aceh tidak mengalami defisit.

Dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2017 yang telah diserahkan Gubernur Irwandi kepada Banggar DPRA, kata Muharuddin, akan dipelajari kembali oleh anggota anggota Banggar DPRA. Sedangkan pembahasan bersamanya dengan pihak eksekutif akan dijadwalkan mulai Senin (18/9) pekan depan.

“Kita harapkan pada akhir bulan ini, RAPBA Perubahan 2017 itu bisa disahkan dalam Sidang Paripurna DPRA. Karena, setelah pengesahan RAPBA Perubahan 2017, masuk pembahasan dokumen KUA dan PPAS 2018 bersama bahan draf Raqan RPJM 2018-2023 Aceh yang baru, sebagai dasar dalam penyusunan program Pemerintah Aceh yang baru untuk lima tahun ke depan,” ujar Muharuddin. (her) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id