Jaksa Tuntut Juragan 2,6 Tahun Penjara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jaksa Tuntut Juragan 2,6 Tahun Penjara

  • Reporter:
  • Jumat, September 15, 2017
Jaksa Tuntut Juragan 2,6 Tahun Penjara
Foto Jaksa Tuntut Juragan 2,6 Tahun Penjara

* Kasus Serobot Sawit Warga

MEULABOH – Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Rabu (13/9) sore menuntut Samsuardi alias Juragan selama 2 tahun 6 bulan kurungan penjara, terkait kasus dugaan penyerobotan dan perusakan lahan perkebunan sawit milik 35 warga yang berada di kawasan Pulo Ie, Kecamatan Kuala.

Sidang lanjutan itu berlangsung di Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat, dipimpin hakim ketua, Said Hasan dengan hakim anggota masing-masing Muhammad Tahir dan Teuku Latiful.

“Menuntut Saudara Samsuardi alias Juragan selama 2 tahun dan 6 bulan penjara, dengan perintah agar terdakwa segera ditahan,” kata Jaksa Ridwan SH dalam persidangan kemarin.

Saat tuntutan itu dibacakan, Samsuardi juga hadir di persidangan tanpa didampingi pengacara/kuasa hukumnya.

Ia terlihat tenang dalam balutan seragam safari dan peci hitam. Dalam tuntutannya, Jaksa Ridwan juga menuntut Samsuardi bersalah karena melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHPidana yang secara terang-terangan merusak pohon kelapa sawit warga Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Nagan Raya.

Menurutnya, dalam perkara ini masyarakat dirugikan dengan total mencapai 1,2 miliar. Usai membacakan putusan, hakim ketua Said Junaidi langsung menutup sidang dan akan melanjutkan persidangan ini pada pekan depan, dengan agenda pleidoi (pembelaan) dari Samsuardi alias Juragan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi alias Juragan yang dikonfirmasi Serambi, Rabu (3/5) lalu di Suka Makmue mengaku adanya kasus dugaan penyerobotan dan perusakan lahan milik sejumlah warga di Pulo Ie, Kecamatan Kuala. Kasus itu, menurutnya, sudah tuntas dan telah ada putusan hukum tetap (inkracht) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Guna membuktikan kata-katanya itu, Juragan juga memperlihatkan salinan Relas Pemberitahuan Putusan Kasasi Nomor: 103/PID.B/2014/PN.MBO yang dikeluarkan pada Senin, 13 Februari 2017 yang diteken langsung oleh Jurusita Pengadilan Negeri Meulaboh, Said Isa SH.

Saat dimintai Serambi tanggapannya kemarin, Juragan hanya mengomentari singkat terkait pelimpahan dua kasus yang menjerat dirinya itu.

“Setahu saya kalau sudah ada putusan Mahkamah Agung, mana bisa ada putusan yang lain lagi. Putusan MA itu sangat tinggi,” kata Juragan. (edi) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id