Dewan Bahas IPAL Gampong Pande | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dewan Bahas IPAL Gampong Pande

Dewan Bahas IPAL Gampong Pande
Foto Dewan Bahas IPAL Gampong Pande

BANDA ACEH – DPRK Banda Aceh, Rabu (13/9), menggelar rapat membahas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande di gedung DPRK setempat. Rapat yang dipimpin Ketua DPRK Arif Fadillah itu turut dihadiri Wakil Wali Kota, Zainal Arifin, Komandan Al Asyi, pemerhati sejarah, akademisi, dan LSM.

Amatan Serambi, rapat yang berlangsung dua jam lebih itu berjalan alot. Masing-masing kalangan menyampaikan aspirasinya terkait kelangsungan proyek senilai Rp 107,3 miliar yang didanai APBN itu. Mayoritas sepakat proyek tersebut harus dihentikan secara permanen, sedangkan lokasi makam dipugar kembali.

TM Zulfikar mewakili wareh keluarga ulee balang mengatakan, Gampong Pande merupakan situs utama Kerajaan Aceh masa lalu yang harus dilestarikan. Karena itu, ia meminta Pemko bijak dalam menetapkan lokasi proyek IPAL. “Kita harus memuliakan pendahulu yang sudah mengorbankan harta dan jiwa untuk negeri ini. Belanda saja mau merawat Kerkhoff, mengapa kita yang muslim buang hajat di makam raja dan ulama?” teriak Zulfikar yang disambut pekikan takbir oleh peserta rapat.

Sejarawan Aceh, Rahman Kaoy lebih banyak menjelaskan tentang Kerajaan Aceh. Dia mencontohkan, pemerintahan dulu diisi dengan 206 orang pilihan di berbagai lembaga di antaranya Balai Setia Ulama, Balai Setia Hukama (filosof), Balai Rong Sari, dan Balai Gading. “Dulu Aceh terbesar nomor lima di dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera menurunkan tim khusus untuk menyelamatkan situs bersejarah di Gampong Pande. Hal itu disampaikan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid seusai mendampingi Mendikbud Muhadjir Effendy bertemu Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu kemarin.

Riefky Harsya secara khusus minta Mendikbud turun ke Gampong Pande. Menurutnya, lokasi tersebut harus diselamatkan, karena di tempat itu akan dibangun fasilitas IPAL. “Kalau tak segera diselamatkan, Gampong Pande akan terkubur dalam air limbah tinja,” katanya.

Pada kesempatan itu, Riefky menyerahkan berkas situs Gampong Pande serta keberatan masyarakat dan tokoh adat/budaya Aceh terhadap pembangunan fasilitas IPAL di Gampong Pande dan Gampong Jawa.(fik) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id