Utusan Menperindag Tinjau Lokasi Pabrik Migor | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Utusan Menperindag Tinjau Lokasi Pabrik Migor

Foto Utusan Menperindag Tinjau Lokasi Pabrik Migor

LANGSA – Tenaga Ahli dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Didi Apriadi, Jumat (25/3) meninjau lokasi pembangunan kawasan pabrik industri minyak goreng (migor) di Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro, dan kawasan Pelabuhan Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat.

Kedatangan Didi Apriadi yang juga Wasekjen Partai Hanura Pusat ini, disambut Wakil Wali Kota Langsa Drs H Marzuki Hamid MM, Asisten I, Suriyatno AP MSP, Kadiskoperingkop dan UKM, Ariman, Kepala Bapeda setempat, Saed Fadli, serta Wakil Ketua II DPRK, Faisal, dan Ketua DPD Partai Hanura Kota Langsa, Ali Sadly.

Saat meninjau Pelabuhan Kuala Langsa, Didi Apriadi mengatakan, tujuan kedatangan dirinya sebagai utusan Kementrian Perindustrian RI ini, ingin melihat lokasinya yang nantinya akan direncanakan membangun industri minyak goreng. Sementara rencana untuk pembangunan industri tersebut sudah dimulai sejak tahun 2014 lalu.

Bahkan menurutnya, persiapan Pemko Langsa sendiri sudah cukup matang, hal itu dibuktikan dengan telah dipersiapkannya dokumen Detail Engineering Design (DED) yang menjadi acuan teknis (blue print) desain pembangunan industri minyak goreng tersebut.

Didi Apriadi menambahkan, pengembangan lahan ini untuk membangun yang pabrik migor seperti direncanakan, masih harus dijual ke investor yang tertarik. “Perkembangan kesiapan lahan ini akan kami laporkan ke Kementerian. Keputusan ada pada Dirjen terkait. Namun intinya, Kementrian Perindag mendukung penuh pembangunan pabrik minyak goreng ini untuk kemajuan Langsa,” ujarnya.

Apalagi jika diihat hasil kajian yang dibuat oleh Pemko Langsa, kebutuhan CPO yang ada di daerah ini sudah memadai, dan untuk kebutuhan minyak sawit di Propinsi Aceh cukup banyak. Ditambah lagi, dengan adanya hasil di daerah ini yang bisa diekspor ke luar negeri nantinya. Oleh karenanya untuk menguatkan keberadaan industri minyak goreng itu, kawasan Kuala Langsa sudah layak untuk kegiatan ekspor hasil olahan dari komoditi sawit.

Didi menyebutkan, informasi dari Kementrian Perindustrian, Pemerintah Aceh juga siap mendukung program ini secara fisik. Hanya tinggal memutuskan siapa yang akan menjalankan operasional pabrik minyak goreng ini.

Pada kesempatan itu, Wawalkot Langsa, Marzuki Hamid, juga menyampaikan, bahwa Pemko Langsa telah menyiapkan total lahan seluas 101 Ha untuk kawasan industri, termasuk lahan untuk pembangunan pabrik minyak goreng dimaksud. “Bahkan dokumen DED dan Amdal sudah disiapkan dengan matang dan lengkap. Sekarang tinggal kepastian dari pihak Kementerian Perindustrian untuk melanjutkan rencana ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kewajiban pemerintah daerah (Pemprov Aceh dan Pemko Langsa) adalah mengalokasikan anggaran untuk pendirian pabrik. “Dana untuk ini, sebenarnya sudah dialokasikan sebesar Rp 10 miliar. Namun tidak bisa dikucurkan tahun ini karena dokumen usulannya masih ada yang harus direvisi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, di lokasi Kuala Langsa ini, selain pembangunan pabrik industri CPO, juga akan dibangun pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) sebesar 2×250 MW, tangki CPO, galangan/dok kapal dan industri pendukung lainnya. “Informasi kami peroleh dari Kementerian Perindustrian RI, pembangunan industri ini direalisasikan tahun 2017 yang diupayakan masuk dalam program APBN,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai lahan HGB di Kuala Langsa seluas 115,32 Ha, statusnya kini dinyatakan sebagai tanah telantar, oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Pemko Langsa pun, sekarang sedang berupaya mendapatkan izin pendayagunaannya area Pelabuhan Kuala Langsa untuk dikelola Pemko setempat. “Kelanjutan rencana ini, hanya tinggal keputusan pemerintah pusat saja. Apalagi, kunjungan pejabat Kementerian Perindustrian ini sudah yang ketiga kali turun ke Kota Langsa. Kami berharap segera terealisasi,” ujarnya.(zb) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id