Berkas Perkara Kredit Fiktif Bireuen ke Pengadilan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Berkas Perkara Kredit Fiktif Bireuen ke Pengadilan

Berkas Perkara Kredit Fiktif Bireuen ke Pengadilan
Foto Berkas Perkara Kredit Fiktif Bireuen ke Pengadilan

BANDA ACEH – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh melimpahkan berkas perkara lima tersangka kredit fiktif di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Mikro Mandiri Unit Bireuen (2013-2014) ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Kamis (14/9). Pelimpahan tersebut diterima oleh Panitera Muda Tipikor, Samuin SH.

Salah satu tim penyidik Kejati menyatakan pelimpahan itu dilakukan setelah berkas perkara kelima tersangka sudah P21. Selajutnya tinggal menunggu penetapan jadwal persidangan dari pengadilan. “Biasanya tujuh hari setelah dilimpah ditetapkan jadwal sidang dan majelis hakimnya,” katanya.

Adapun kelima tersangka yang saat ini mendekam dalam penjara adalah berinisial MD, CM, MS, RU, dan SB. Empat dari lima tersangka, merupakan mantan karyawan pada Bank Mandiri Cabang Bireuen, tiga menjabat sebagai mikro kredit sales (MKS) sedangkan satu lagi sebagai mikro kredit analisis (MKA).

Saat pelimpahan penyidik membawa 15 jilid berkas dakwaan masing-masing setinggi sekitar 25 cm. Masing-masing terdakwa memiliki tiga jilid berkas dakwaan. Penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa Toyota Avanza, Toyota Agya, dan Honda Jazz. Para tersangka dikenakan pasal berlapis yaitu selain pidana tipikor juga dikenakan pidana pencucian uang.

Penyidik menjelaskan, para tersangka melakukan aksinya dengan cara mengeluarkan 113 kredit fiktif atas nama pegawai negeri sipil (PNS) di lima instansi di Bireuen. Sebanyak 20 debitur di antaranya merupakan PNS, selebihnya masyarakat biasa yang berprofesi sebagai petani, nelayan, dan ibu rumah tangga.

“Nama mereka (masyarakat) dibuat seolah-olah sebagai PNS di dinas. Setelah uangnya cair, masyarakat diberi uang cuma-cuma antara 2-3 juta. Sedangkan untuk 20 PNS uangnya lebih besar lagi, bisa sampai 20 juta perorang,” kata penyidik tadi.

Dari hasil pengembangan kasus para debitur tadi tersebar pada Kantor Camat Kuala sebanyak 22 PNS, Kantor Camat Jangka sebanyak sepuluh PNS, Dinas Syariat Islam sebanyak 56 PNS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebanyak 18 PNS, dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Bireuen sebanyak 7 PNS.

Selain lima tersangka, penyidik juga membidik beberapa tersangka lainnya yang ikut terseret dalam kasus itu. Para tersangka yang dibidik adalah para kepala dinas dan camat yang bekerja sama dengan tersangka dalam membuat kredit fiktif saat itu. Di antaranya adalah para camat, Kepala Dinas Syariat Islam dan Kepala BPBD Bireuen.(mas) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id