Peserta PKH di Simeulue Berkurang, Apa Sebabnya? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Peserta PKH di Simeulue Berkurang, Apa Sebabnya?

Peserta PKH di Simeulue Berkurang, Apa Sebabnya?
Foto Peserta PKH di Simeulue Berkurang, Apa Sebabnya?

URI.co.id, BANDA ACEH –  Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Simeulue sudah dimulai sejak tahun 2013. Saat ini peserta PKH di kabupaten penghasil lobster dan cengkih itu berjumlah 2.471 kepala keluarga (KK).

Mereka tersebar di sepuluh kecamatan. 

Sebelumnya, keluarga penerima manfaat (KPM) PKH di Simeulue mencapai 2.608 KK. Tapi setelah program ini berjalan sekitar empat tahun, jumlahnya berkurang 137 KK, sehingga totalnya kini tinggal 2.471 KK lagi.

Baca: Di Pidie, Mensos Salurkan PKH Tahap IV Langsung ke Penerima

Angka tersebut merupakan hasil update terbaru yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Simeulue yang dipimpin Yunus Aziz.

Jumlah itu terungkap saat Kepala Seksi  Jaminan Sosial Keluarga Dinsos Aceh, Cut Aja Muzita MSi didampingi  Kadissos Simeulue Yunus Aziz melakukan monitoring pemutakhiran data peserta PKH melalui pertemuan kelompok di Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue, Kamis (14/9/2017) siang.

Cut Aja Muzita yang menghubungi URI.co.id via telepon, Jumat (15/9/2017) pagi menyebutkan, banyak hal yang menyebabkan angka KPM itu berkurang.

“Berkurang karena sudah mampu atau habis komponen kepesertaannya, bisa juga karena meninggal dunia dan pindah alamat,” ungkap Cut Aja.

Dalam pertemuan itu, Cut Aja berpesan agar peserta memanfaatkan bantuan PKH dengan sebaik-baiknya untuk keperluan anak (khususnya anak balita atau anak sekolah).

Dia ingatkan bahwa bantuan ini hanya diberikan selama lima tahun masa kepesertaan. Jika peserta PKH sudah meningkat status ekonominya, maka akan segera dikeluarkan dari kepesertaan. 

Selain itu, peserta PKH diwajibkan mengakses layanan pendidikan dan kesehatan sebagai komitmen kepesertaan PKH.

“Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan bagi anak, sehingga keluarga PKH bisa sejahtera dan anak PKH sehat dan pintar,” kata Kadissos Simeulue, Yunus Aziz.

Koordinator Wilayah PKH Aceh 1, Mizar Liyanda menambahkan, selain pemutakhiran, pertemuan itu diisi juga dengan penyampaian materi terkait dengan pengasuhan anak, perlindungan anak, dan rintisan usaha ekonomi mikro.

Baca: Penyaluran Dana PKH belum Ditentukan

Koordinator PKH Simeulue, Efdika Doni menambahkan, PKH ditargetkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya. 

Menurut Efdika, Pemkab Simeulue saat ini sangat mendukung PKH karena sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Simeulue periode 2017-2022, Erly Hasyim-Afridawati. (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id