Tebing Sungai Tiro Ambruk | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tebing Sungai Tiro Ambruk

Foto Tebing Sungai Tiro Ambruk

* Ancam Permukiman Warga

SIGLI – Tebing sungai Krueng Tiro, Pidie sejak Rabu (23/3) ambruk akibat diterjang arus deras dari hulu sungai, persisnya di perbatasan Gampong Tanjong dengan Gampong Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie. Potensi bencana yang dikhawatirkan saat ini, yakni amblasnya bangunan rumah milik warga Gampong Tanjong, bernama Martina.

Keuchik Gampong Tanjong, Burhanuddin kepada Serambi, Sabtu (26/3) mengatakan, arus mulai mulai membanjiri permukiman di kedua sisi sungai sejak Rabu (23/3) dini hari. “Tebing sungai yang ambruk mencapai belasan meter, dan mengancam rumah Martina yang hanya terpaut beberapa meter dengan bibir sungai. Jika tak segera direlokasi, rumah itu akan terseret arus bersama sejumlah rumah warga lainnya yang menghadapi ancaman serupa,” katanya.

Warga dua gampong itu sangat berharap BPBD setempat segera memetakan potensi bencana yang terus meningkat dalam waktu hitungan jam. Apalagi, saat ini musim listrik mati. Sehingga membuat warga tak bisa tidur malam hari, karena harus berjaga-jaga mengantisipasi datangnya bencana yang bisa merenggut nyawa ini.

Selain mengancam perumahan warga, tanah yang rawan amblas juga mengancam bangunan tempat ibadah yakni Mesjid kecamatan setempat. “Kami mendesak BPBD Pidie segera bertindak, sebelum jatuh korban jiwa,” tegasnya.

Kepala BPBD Pidie, Apriadi SSos, Sabtu (26/3) menginstruksikan, camat harus siaga di lokasi untuk segera memberi laporan detail perkembangan situasi dalam setiap jamnya, termasuk memantau ketinggian air sungai dan pergerakan warga yang kebanjiran.

Menurutnya, camat bisa langsung berkoordinasi dengan bupati untuk melaporkan kondisi terkini, dan tingkat berusakan yang terjadi. “Jika tidak ada laporan, maka segala kerusakan tidak dapat kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Karena itu ia sangat berharap, seluruh camat di 23 kecamatan segera mendata secara detail infrastruktur yang rusak akibat setiap bencana yang terjadi saat ini. “Data kondisi lapangan ini penting untuk menginventarisir segala kerusakan yang timbul,” jelasnya.(c43) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id