Tagih Utang Gunakan Senpi Laras Panjang? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tagih Utang Gunakan Senpi Laras Panjang?

Tagih Utang Gunakan Senpi Laras Panjang?
Foto Tagih Utang Gunakan Senpi Laras Panjang?

Kasus penculikan seoramg warga di Bireuen, secara samar-samar mulai terungkap motifnya kemungkinan soal utang-piutang. Dan, pertanyaan kita, apakah para tersangka penculiknya merupakan penjual jasa tagih utang (debt collector)? Mengapa pula mereka bisa punya senjata api laras panjang dengan begitu banyak pelurunya?

Itulah persoalan yang sebetulnya perlu menjadi perhatian di balik penyidikan kasus penculikan itu sendiri. Sebab, dari pengakuan korban, ia tak punya utang dengan para penculik. Si korban mengaku hanya punya utang pada mantan mertuanya. Justru itulah muncul dugaan bahwa para penculik tersebut semacam komplotan “debt collector”.

Lalu, dalam beberapa kasus penculikan dan kejahatan yang pernah terungkap sebelumnya, yang bermotif utang-piutang itu sebagian di antaranya terkait dengan bisnis narkoba atau proyek. Ini juga perlu perhatian polisi dalam pengusutan.

Soal debt collector ini sebetulnya diam-diam sering meresahkan masyarakat Aceh. Sebab, sikap para penagih utang itu kasar dan menakutkan. Bahkan, ada yang bertindak ala perampok. Beberapa kali warga mengaku sepeda motor atau mobilnya dirampok. Setelah diusut, ternyata kendaraan itu ditarik debt collector dari suatu lembaga pembiayaan di Sumatera Utara.

Jadi, dalam kaitan ini kita bukan menyoal tunggakan, tapi yang sering tak bisa diterima masyarakat adalah sikap kasar serta ketertutupan identitas penagih utang itu. Ada memang yang bersikap baik-baik, mereka databng ke rumah penunggak kredit lalu menunjukkan identitasnya saat menarik kendaraan secara resmi.

Namun, tak jarang pula ada kelompok penagih utang yang menyergap penunggak kredit di jalan. Lalu, dengan sikap kasar sepeda motor atau mobiol yang tertunggak kredit itu dibawa. Tidak jelas, mereka preman atau oknum aparat, yang jelas semua berlagak aparat penegak hukum. Apalagi, sebagian sengaja memamerkan senjata api. Entah asli atau palsu, yang pasti cukup membuat masyarakat takut.

Lebih mengerikan lagi, di luar Aceh sering terungkap kelompok penagih utang itu berbuat sadis. Bukan hanya menculik dan melukai, tapi mereka juga sering membunuh. Sebaliknya, tak sedikit pula para anggota penagih utang ini yang terbunuh oleh tembakan polisi maupun warga yang marah.

Seorang ahli pernah mengulas tentang fenomena ini. Ia mengatakan, debt collector itu adalah illegal. Dan, pihak yang menggunakan jasa mereka juga dapat dipidana. “Pengambilan, perampasan, penerimaan titipan dengan memaksa, penyitaan, pengamanan atau apapun lembaga pembiayaan menyebutnya, jika itu dilakukan pihak ketiga suruhan lembaga pembiayaan adalah murni tindakan pidana dengan sanksi dan hukuman yang telah diatur dalam hukum di Indonesia.”

Oleh sebab itulah, kita berharap aparat penegak hukum di daerah ini lebih memberi perhatian terhadap fenomena tagih utang dengan kekerasan ini. Apalagi, di antara mereka suka pamer senjata api. (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id