Sultan Muhammad Rusdi Kulal, Pimpin Muhammadiyah Banda Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sultan Muhammad Rusdi Kulal, Pimpin Muhammadiyah Banda Aceh

Foto Sultan Muhammad Rusdi Kulal, Pimpin Muhammadiyah Banda Aceh

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – Sultan Muhammad Rusdi Kulal, SE ditetapkan sebagai ketua umum Pimpinan Muhammadiyah Kota Banda Aceh periode 2015-2020.

Penetapan tersebut dihasilkan dalam Musda ke-11 Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Banda Aceh, yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu (26/3/2016).

Pada sesi pemilihan pengurus baru, sempat muncul 28 calon nama-nama yang diusulkan oleh cabang dan ranting Muhammadiyah di Banda Aceh.

Dari 28 nama tersebut, sesuai tata terib pemilihan, hanya 11 nama sebagai calon pimpinan yang bisa dipilih peserta Musda.

Setelah proses pemilihan selesai nama ke 11 orang yang terpilih tersebut adalah Muhammad Dinar, Sag, MPd, (30 suara), Tarmizi Gadeng, S.ag, M.Si (27 Suara), Dr.Nuralam, M.Pd (25 suara), Ikhsanuddin Nasution, SP (23 suara), Muhammad “Ombar” Zubair, SH (23 suara), Sultan Muhammad Rusdi Kulal, SE (23 Suara), Ir. M. Ahsan Jas, M.Eng (22 suara), Saidi Sulaiman, S.Ag, MH (22 suara), Alfajri Kamal, MA (19 suara), dan Mailisman Cut Salihin, S.Ag, M.Pd (17 suara).

Musda ke-11 yang digelar di Komplek Akademi Kebidanan MuhammadiyahBanda Aceh, itu juga dihadiri oleh Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Anggota DPR RI Ghazali Abbas Adan, dan Anggota DPR RI M Natsir Djamil sekaligus menjadi pembicara bersama Prof Alyasa’ Abu Bakar dalam seminar terkait peran ormas Islam dalam menghadapi gelombang LGBT di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Muhammadiyah juga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan di kedai kopi dan tempat keramaian lain yang mengarah pada perbuatan maksiat serta melalaikan penegakkan syariat Islam.

Selain penertiban kegiatan keramaian yang berpotensi melalaikan pelaksanaan syariat Islam, Muhammadiyah juga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh tetap berkomitmen menjaga ukhuwah Islamiyah dengan memberikan kebebasan pelaksanaan ibadah kepada seluruh masyarakat sesuai Al-Quran dan Sunnah.

Sementara itu,pada rekomendasi ketiga Muhammadiyah juga mendukung langkah Pemko Banda Aceh dalam penanggulangan masalah Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id