Kapolsek Beutong Ditarik ke Mapolres | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kapolsek Beutong Ditarik ke Mapolres

Kapolsek Beutong Ditarik ke Mapolres
Foto Kapolsek Beutong Ditarik ke Mapolres

* Sanksi Kode Etik Dijatuhkan setelah Pelaku Divonis

SUKA MAKMUE – Kapolsek Beutong, Iptu WA yang terlibat kasus illegal logging, sejak Rabu (13/9) resmi ditarik penugasannya ke Mapolres Nagan Raya dari lokasi tugas selama ini di Ulee Jalan, Kecamatan Beutong.

“Iptu WA kita tarik ke Polres guna memudahkan pemeriksaan yang sedang kita lakukan terkait dengan kasusnya,” kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi SH MH kepada Serambi, Rabu (13/9) siang di Suka Makmue.

Dengan ditariknya penugasan Kapolsek Beutong ke Mapolres Nagan Raya, jabatan Kapolsek Beutong yang kosong masih menunggu perintah lanjutan dari Polda Aceh untuk menggantikan jabatan yang selama ini diemban oleh Iptu WA.

Mirwazi menjelaskan, Iptu WA mengakui sengaja berbisnis kayu sebagai usaha sampingan sehari-hari. Kayu yang ditebang oleh pekerja dijual ke pengusaha kayu di Nagan Raya dengan harga yang lumayan tinggi.

Iptu WA menegaskan dalam bisnis kayu tersebut ia tidak melibatkan orang lain, tetapi dilakukannya sendiri. “Kalau dilihat dari segi ekonomi, kan tidak mungkin selevel kapolsek berbisnis kayu. Semua (kebutuhan) pasti sudah cukup,” kata Mirwazi.

Kapolres Mirwazi mengatakan, pihaknya meminta bantuan tim ahli dari Dinas Kehutanan Nagan Raya guna melakukan perhitungan kubikasi kayu milik Iptu WA yang sudah diamankan.

Jumlahnya, menurut kapolres melebihi perhitungan semula yakni semua kayu yang diamankan mencapai 15 kubik dari taksiran semula 10 kubik.

Pihak Polres bersama tim Dinas Kehutanan Nagan Raya juga melakukan pengecekan ke lokasi tunggul kayu di bekas lokasi penebangan. Hal itu untuk memastikan apakah kayu yang ditebang memang dari areal hutan lindung, areal penggunaan lain (APL) atau hutan produksi.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan yang ditanyai Serambi mengatakan, pihak Polda Aceh masih menunggu proses hukum yang akan dijalani oleh Iptu WA atas perbuatannya. Polda Aceh akan menjatuhkan sanksi kode etik Polri setelah yang bersangkutan divonis atas tindak pidananya.

“Dia sudah dipidana atas perbuatannya itu, artinya saat ini dia dikenakan proses hukum paling tinggi. Diproses dulu, setelah divonis akan dipertimbangkan melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP),” kata Goenawan, Rabu (13/9).

Goenawan menyebutkan, kasus penangkapan Iptu WA adalah bentuk dan bukti komitmen moral dari Kapolri dan Kapolda Aceh yang berkaitan dengan kebijakan promoter (profesional, modern, dan terpercaya). Kebijakan tersebut menuntut setiap anggota Polri bekerja dengan orientasi pada kepercayaan publik.

“Bukan hanya masyarakat yang diproses hukum ketika melakukan tindak pidana illegal loging, tapi juga anggota Polri. Ini menegaskan 10 prioritas target kerja Kapolri, salah satunya poin ke sembilan yaitu menegakkah hukum yang profesional dan berkeadilan,” pungkas Goenawan. (edi/dan) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id