PLN Diminta Bangun Penyimpan Arus | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PLN Diminta Bangun Penyimpan Arus

PLN Diminta Bangun Penyimpan Arus
Foto PLN Diminta Bangun Penyimpan Arus

* Atasi Pemadaman Berjam-jam di Nagan Raya

SUKA MAKMUE-Ketua Komisi C DPRK Nagan Raya, Khalidi meminta kepada manajemen PLTU Nagan Raya dan PT PLN Area Meulaboh untuk segera membangun tempat pemyimpanan arus listrik di kabupaten ini. Ini merupakan salah satu alternatif penyuplai arus listrik cadangan ketika sewaktu-waktu terjadinya pemadaman listrik.

“Sudah saatnya PLN membangun salah satu instalasi penyimpanan arus listrik cadangan di Nagan, sehingga ketika listrik padam masyarakat tak dirugikan,” kata Khalidi kepada Serambi, Rabu (13/9) siang di Suka Makmue.

Menurutnya, berdasarkan laporan dari masyarakat, pemadaman listrik yang selama ini terjadi di Nagan Raya sudah mencapai tahap yang meresahkan. Soalnya, pemadaman yang terjadi hampir setiap hari, khususnya ketika ada pemasangan kabel atau buruknya cuaca.

Dengan adanya gardu penyimpanan arus, maka diharapkan ketika terjadinya pemadaman, suplai arus listrik cadangan dan aktivitas serta perekonomian masyarakat tidak terganggu.

“Selama ini masyarakat Nagan Raya hanya bisa bangga dengan adanya PLTU, tapi listriknya malah lebih dulu disuplai ke luar daerah. Ini kan sangat aneh,” tegas Khalidi.

Sementara itu, Manajer PT PLN (Persero) Area Meulaboh Redi Zusanto yang dikonfirmasi Serambi, Rabu siang, mengatakan, pihaknya belum perlu membangun gardu cadangan penyimpan arus seperti yang diusulkan oleh DPRK di Nagan Raya.

Menurutnya, selama ini PLN telah membangun gardu induk yang berlokasi di Kompleks PLTU Nagan Raya di kawasan Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir serta tiga unit gardu hubung, masing-masing berada di kawasan Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Jeuram, Kecamatan Seunagan serta Alue Bilie, Kecamatan Darul Makmur.

Redi menjelaskan, penyebab terjadinya gangguan listrik seperti yang selama ini terjadi di Nagan Raya disebabkan beberapa hal, di antaranya karena faktor gangguan yang disebabkan oleh pohon kelapa sawit yang menyentuh kabel listrik, serta adanya pembangunan jaringan baru sehingga memang harus dilakukan pemadaman.

“Intinya, kita berharap ketika ada pemeliharaan jaringan, masyarakat harus rela ketika ada pohon/dahan kelapa sawit yang harus ditebang supaya diizinkan dipangkas, sehingga jaringan listrik bisa terpelihara dengan baik,” katanya.

Dia menambahkan, selama ini suplai arus listrik bagi masyarakat Nagan Raya memang sudah sangat baik, karena terdapat sejumlah fasilitas pendukung yang memadai.(edi) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id