Terminal CPO tak Berfungsi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Terminal CPO tak Berfungsi

Terminal CPO tak Berfungsi
Foto Terminal CPO tak Berfungsi

* Habiskan Anggaran Puluhan Miliar

SINGKIL – Terminal Crude Palm Oil (CPO) di kawasan Pulau Sarok, Singkil, Aceh Singkil, belum berfungsi sejak dibangun tiga tahun lalu. Padahal, anggaran yang telah dihabiskan untuk pembebasan lahan, membangun talut, dan penimbunan, mencapai puluhan miliar rupiah.

Berdasarkan amatan Serambi, Rabu (13/9), yang tampak hanya hamparan tanah timbun seluas kira-kira tiga kali lapangan sepakbola yang telah dipadatkan. Rumput mulai tumbuh. Di sisi sungai warga memanfaatkannya sebagai tempat naik turun barang boat tujuan Pulau Banyak.

Tidak ada aktivitas pembangunan tangki atau sejenisnya sebagai lokasi penampungan CPO sebelum dinaikkan ke kapal oleh pihak investor. Padahal, Gubernur Aceh Zaini Abdullah saat masih menjabat, 29 September 2014, telah meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan sentral tangki CPO hak guna usaha (HGU).

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Edi Hartono, ketika dikonfirmasi alasan terminal CPO belum berfungsi mengatakan, tugas pihaknya menyiapkan lokasi dan telah tuntas dikerjakan. “Menyiapkan lokasi sudah selesai dilakukan Dinas Perhubungan. Kalau pembangunan tangki penampungan dan perizinan investasi berada di instansi lain,” kata Edi.

Kendati demikian Edi menyebutkan, pekan lalu ada perusahan pabrik kelapa sawit melihat lokasi terminal CPO. Mereka mempelajari teknik yang lebih ekonomis dalam pengangkutan CPO ke kapal tanker melalui terminal CPO di Pulau Sarok. “Hanya saja kelanjutannya saya belum tahu,” ujarnya.

Terminal CPO ditargetkan mulai beroperasi 2015 lalu. Namun hingga dua tahun berlalu tidak ada tanda-tanda akan segera berfungsi. Sejak awal pembangunan memang sudah menuai polemik, mulai soal mekanisme pengadaan lahan serta studi kelayakan bisnisnya. Anggota DPRK Aceh Singkil pun kerap menyorotinya.

Warga berharap Pemkab Aceh Singkil dapat memfungsikan terminal CPO tersebut mengingat dana yang telah dihabiskan sudah sangat besar. Kemudian terminal CPO juga dinilai dapat memberikan multiplier effect untuk membangkitkan roda ekonomi masyarakat.

Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Nazri kepada Serambi Rabu (13/9) malam mengatakan, untuk memfungsikan terminal Crude Palm Oil (CPO) di Pulau Sarok, ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah daerah, antara lain dengan memanggil pihak perusahan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di daerah itu untuk melakukan kerja sama.

Sebab, terminal tersebut akan digunakan oleh perusahan PKS. Sementara Pemkab Aceh Singkil hanya menyediakan terminal untuk mempermudah perusahan mengirim CPO via jalur laut yang dinilai lebih ekonomis. “Memfungsikan terminal CPO tinggal membuat MoU saja dengan perusahan yang mengatur sistem kerja sama,” kata Nazri.

Kerja sama tersebut termasuk pembuatan tangki penampungan CPO. Jika dananya besar tidak mungkin dilakukan hanya oleh Pemkab Aceh Singkil. Di situlah peran investor diperlukan, bahkan bisa saja perusahan PKS yang ada membangun sendiri tangki untuk menampung CPO-nya. “Prinsipnya kerja sama yang dibangun antarapemerintah dengan perusahan saling menguntungkan,” jelas Nazri.(de) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id